Air Sungai Berbusa, BLH Turun Tangan

Share this :

Jombang, koranmemo.comBadan Lingkungan Hidup (BLH) Kabupaten Jombang turun tangan untuk mengambil sampel air sungai guna meneliti penyebab munculnya busa di sungai Dusun Dukuhan Desa Jatipelem Kecamatan Diwek.

Pengamatan di lokasi sejumlah petugas dengan menggunakan rompi warna hijau dengan helm putih sambil membawa wadah, mengambil air sungai yang masih terdapat sisa-sisa busa. Kemudian air ditampung dalam ember warna hitam.Kasi Pengendalian Dampak Lingkungan Hidup BLH Kabupaten Jombang Yuli Inayati mengatakan, pemeriksaan dilakukan untuk mengetahui tingkat kandungan air.

“Hanya parameter lapangan saja yang kita ambil ya. Ada temperatur, pH (derajat keasaman), kekeruhan dan DHL (daya hantar listrik / konduktivitas) air. Tadi penambahan bahan kimia untuk pengawet saja guna pengujian laboratorium,” kata Yuli kepada wartawan di lokasi pengambilan sampel.

Hasil pengecekan, lanjut Yuli, derajat keasaman (pH) air sungai menunjukkan angka kisaran 6,7. “pH masih dalam taraf memenuhi baku mutu air sungai. pH air sungai normalnya diangka 6 – 9,” paparnya.

Saat ditanya lebih dalam penyebab munculnya busa, Yuli menduga air sungai mengandung deterjen yang cukup tinggi. “Dilihat sekilas sih dari limbah yang dihasilkan deterjen.  Sumber deterjen macam-macam. Ada yang domestik dan industri. Masyarakat juga menggunakan deterjen, kegiatan laundry, pencucian mobil, industri plastik dan sebagainya juga memerlukan deterjen,” ujarnya.

Masih menurut Yuli, kegiatan penelitian tidak berhenti dari pengambilan sampel saja, namun juga menghimpun keterangan masyarakat. “Kita tidak berhenti disini, kita gali informasi masyarakat. Kenapa kok tiba-tiba muncul ini (busa). Sedangkan hasil analisa laboratorium dan pengolahan data setidaknya hasil diketahui satu minggu lagi,” tandasnya.

Yuli berharap adanya limbah diduga deterjen ini tidak berdampak pada kegiatan pertanian. “Misalnya ada tanaman mati atau sebagainya. Sebab kita tidak bisa meminta petani jangan memanfaatkan (air sungai). Karena mereka membutuhkan,” pungkasnya.

Sebelumnya, sungai di Desa Jatipelem Kecamatan Diwek mendadak jadi tontonan warga. Ini karena munculnya busa setinggi tidak kurang dari 5 meter sejak Senin (7/1) malam, usai daerah tersebut diguyur hujan.

Reporter Agung Pamungkas

Editor Achmad Saichu