Ada Calon Siswa Dari Kabupaten yang Daftar di SDN Kota Kediri

Kediri, koranmemo.com — Pada hari terakhir pendaftaran Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) tahun ajaran 2019/2020 jenjang sekolah dasar (SD) Negeri di Kota Kediri, tercatat di beberapa sekolah calon peserta didik baru berasal dari Kabupaten Kediri. Terutama pada sekolah yang berada di perbatasan antara Kota dan Kabupaten Kediri.

Seperti yang tercatat pada SD Negeri Gayam I, II, dan III, beberapa calon peserta didik baru yang masuk sistem PPDB adalah siswa dari Kabupaten Kediri. Pasalnya, Kelurahan Gayam sendiri berbatasan langsung dengan wilayah Kabupaten Kediri dan yang paling dekat adalah Desa Banyakan dan Maron. “Hari pertama justru lebih banyak yang dari kabupaten dari pada dari kota,” tutur salah satu paninita PPDB Komplek SD Negeri Gayam, Nisyarini, Rabu (19/6).

Sedangkan pada hari kedua, calon peserta didik baru yang mendaftar, didominasi dari Kelurahan Gayam. Dari informasi yang diperoleh Koranmemo.com, dari 28 kursi yang disediakan, ada 4 calon peserta didik baru yang berasal dari Kabupaten Kediri. Kuota tersebut sudah terpenuhi pada hari kedua, dan pada hari terakhir, jumlah peserta pendaftaran berkurang.

Untuk SD Negeri Gayam II, sebagian calon peserta didik baru justru lebih banyak dari kabupaten. Dari 28 kursi, 7 kursi diisi dari kota dan 21 kursi diisi dari kabupaten. Pada SD Negeri Gayam I, tercatat 17 kursi diisi siswa dari kabupaten dan 11 kursi diisi siswa dari kota. Hal serupa juga terjadi di SD Negeri Dermo I, yang letaknya berdekatan dengan Desa Jabon Kecamatan Banyakan Kabupaten Kediri.

Di SD Negeri Bawang III Kota Kediri, juga tercatat beberapa calon peserta didik baru yang berasal dari kabupaten. Hal tersebut juga terjadi di SD Negeri Pesantren I Kota Kediri, masih ada beberapa pendaftar yang tercatat dari kabupaten. Hal tersebut bisa terjadi, pada saat proses pendaftaran, jumlah pendaftar dari kota hingga batas akhir masih belum memenuhi kuota yang disediakan.

Padahal, calon peserta didik baru dari kabupaten hanya memperoleh poin berdasarkan usia, dari penilaian yang dilakukan dengan berbasis sistem dalam jaringan (daring). Mereka hanya mendapat 60 persen dari total poin, karena 40 persen poin berdasarkan zonasi, tidak ada poin untuk siswa yang berasal dari kabupaten.

Sementara itu, Meri Ayuningsih, panitia PPDB lainnya mengatakan, selama proses pendaftaran pihaknya sudah melakukan tugas sesuai dengan prosedur. Bagi peserta yang mendaftar baik dari kota maupun kabupaten, pihaknya memberikan pelayanan yang sama. “Alhamdulillah semua berjalan dengan baik,” ucap Meri.

Dari informasi yang diperoleh Koranmemo.com, pada hari terakhir pendaftaran ternyata masih ada beberpa Nomor Induk Kependudukan (NIK) calon peserta didik baru yang masih terkendala. Salah satu NIK calon peserta didik baru tersebut, bahkan sejak hari kedua tidak muncul dalam tampilan website, dan berkas pendaftaran juga masih berada di meja petugas PPDB.

Reporter : Okpriabdhu Mahtinu
Editor : Achmad Saichu

Follow Untuk Berita Up to Date