Abaikan Kesehatan Warga Limbah PG Pesantren Parah

Share this :

index*Kompensasi Sembako Tak Selesaikan Masalah

Kediri, Memo-Tak hanya Kelurahan Balowerti yang terkena dampak limbah cair PG Pesantren Kota Kediri. Tetapi limbah pabrik tersebut justru lebih mengganggu warga di Dusun Dander Kelurahan Ketami dan Dusun Kresek Kelurahan Tempurejo yang berada sekitar pabrik.

Beberapa warga di kelurahan setempat bahkan mengalami sesak nafas, pusing dan muntah-muntah akibat dampak dari bau limbah yang sangat menyengat btersebut.

Limbah yang sudah sangat mengganggu kehidupan warga berlangsung sudah bertahun-tahun. Hingga tidak ada penyelesaian yang menguntungkan warga sama sekali. PG Pesantren hanya memberikan kompensasi berupa sembako kepada warga sekitar pabrik untuk memberikan ganti

rugi sebagai dampak limbah tersebut.

Kompensasi tersebut ternyata justru tak menyelesaikan masalah yang dihadapi sejumlah warga. Kompensasi yang diberikan pihak pabrik berupa 2 IKg gula, 3 Kg beras, dan 2

liter minyak goreng tersebut ternyata masih membuat beberapa warga mengeluh akibat bau tak sedab yang diakibatkan dari limbah PG Pesantren.

Nunung, warga RT 5 / RW 4 Dusun Dander Kelurahan Ketami Kecamatan Pesantren Kota Kediri

mengaku kecewa dengan limbah cair dari PG Pesanten Kota Kediri. Pasalnya, pihak pabrik tidak pernah memikirkan kesehatan warga sekitar yang terkena dampak tersebut.

“Sebenarnya kompensasi berupa sembako yang diberikan kepada warga itu tidak menyelesaikan masalah, tapi selain itu justru harus dipikirkan tentang kesehatan warga akibat

dampak limbah tersebut,” ungkapnya.

Ia menambahkan, dampak yang dialaminya akibat limbah tersebut sangatlah menyiksa. Sebab suaminya yang memiliki penyakit paru-paru tersebut harus mengalami sesak nafas setiap kali mencium bau tak sedap yang diakibatkan limbah PG Pesantren.

“Meski jarak rumah dari pabrik sekitar 500 meter, tetapi baunya sangat menyengat. Bahkan suami saya yang punya penyakit paru-paru tersebut langsung sesak nafas. Bau tersebut juga muncul setiap 5 kali sehari, gimana gak menyiksa! Sementara warga hanya diberikan sembako yang tak bisa

menyelesaikan masalah tersebut,” imbuhnya.

Dari informasi yang dihimpun, pihak PG Pesantren memberikan kompensasi dampak limbah sebanyak 2 kali setiap jelang buka giling dimulai. Ironisnya, pihak pabrik hanya memberikan kompensasi tersebut kepada warga yang dihitung per atap rumah.

Pihak PG Pesantren sama sekali tak melihat di setiap rumah tersebut ada berapa jumlah kepala atau jumlah jiwa keluarga yang tinggal. Hal tersebut juga menjadi penyebab keluhan warga sekitar lokasi. Pasalnya, warga mengingikan pihak pabrik memberikan sembako yang didata menurut kepala keluarga.

Sementara itu, Kepala Bagian Penanganan Dinas Kesehatan Kota Kediri Anita, efek dari beberapa bau tak sedap yang disebabkan limbah dapat juga menimbulkan infeksi saluran pernafasan akut (ISPA).

“Kalaupun warga yang bertempat tinggal di sekitar pabrik mencium bau yang diakibatkan dari limbah secara berlebihan itu juga bisa mengakibatkan terkena ISPA. Dan apabila air yang tercemari limbah digunakan sebagai kebutuhan warga juga dapat mengakibatkan infeksi kulit bahkan keracunan,” jelasnya.(can)

Follow Untuk Berita Up to Date