8 Peluru Tajam Tak Tercatat

Ponorogo, koranmemo.com – Jelang perayaan natal dan tahun baru 2017, puluhan senjata api (senpi) milik anggota Polres Ponorogo yang melakukan pengamanan, diperiksa oleh petugas Seksi Profesi dan Pengaman (Propam) Polres Ponorogo. Dari pemeriksaan 79 senpi jenis revolver itu, petugas Propam menemukan indikasi tidak adanya 8 peluru tajam dari total 948 peluru tajam yang tercatat dalam daftar peminjaman amunisi. Hal itu ditengarai karena tidak tercatat dalam pemeriksaan senpi kali ini. Padahal setiap butir peluru yang digunakan wajib dilaporkan, sesuai Peraturan Kapolri Nomor 1 tahun 2009 tentang penggunaan kekuatan dalam tindakan kepolisian.

Kepala Seksi (Kasi) Propam Polres Ponorogo, Iptu Hariyono membenarkan, dugaan hilangnya 8 peluru tersebut. Saat dimintai keterangan sejumlah anggota, peluru yang diduga hilang itu berdalih tertinggal di rumah. ”Dari pemeriksaan hari ini, kita menemukan 8 peluru tidak tercatat. Saat kami mintai keterangan anggota yang pelurunya tidak tercatat ini berdalih tertinggal. Ini kita minta untuk segera diambil agar bisa dicatat,” ujarnya.

Haryono menungkapkan, akibat keteledoran itu, anggota yang tidak dapat menunjukkan jumlah peluru yang lengkap, yakni 12 peluru untuk satu senpi, pihaknya akan memberikan surat peringatan, dan hukuman fisik. ”Satu senpi dibekali 12 peluru. Yang kami periksa hari ini 79 senpi. Semua harus dilaporkan lengkap. Yang tidak lengkap kami berikan surat peringatan dan hukuman fisik,” pungkasnya. (znl)