8 Hektare Hutan Pinus Perhutani di Gunung Andong Terbakar, Terparah Sepanjang Sejarah

Share this :

Trenggalek, koranmemo.com – Kebakaran hutan terjadi di lahan milik Perhutani di area Gunung Andong Kecamatan Kampak Trenggalek, Selasa (22/10). Kebakaran terjadi sejak pukul 10.00 WIB, hingga sekitar pukul 19.30 WIB api belum padam. Puluhan petugas Perhutani, TNI-Polri dan sejumlah pihak lainnya dibantu masyarakat masih berupaya memadamkan api.

Sulitnya akses menuju titik lokasi kebakaran menyebabkan api sulit dipadamkan. Belum diketahui apa penyebab kebakaran. “(Yang terbakar) hutan Pinus. Kondisinya rapat dan masih aktif dilakukan penyadapan (getah Pinus). Sampai saat ini ada beberapa titik yang belum padam,” kata KSKPH Perhutani Kediri Selatan, Andy Iswindarto.Kebakaran ini merupakan yang terbesar dibandingkan Karhutla sebelumnya. Pada Selasa (24/9) hutan produksi milik Perhutani Wilayah Kediri Selatan seluas satu hektare di wilayah RPH Karangan terbakar. “Memang yang terbesar. Lokasinya (kebakaran) juga lumayan sulit dan hanya bisa dijangkau dengan jalan kaki. Mobil pemadam tidak bisa masuk,” imbuhnya.

Sebelumnya pada Selasa sore api dapat dipadamkan tim gabungan. Namun api kembali membara dengan skala besar. Banyaknya material getah pinus membuat api dengan mudah membesar. “Saya belum mengetahui penyebab kebakaran itu. Sebab lokasi yang terdampak kali ini merupakan hutan dengan kerapatan yang baik dan tidak ada pengelolaan tumpang sari di bawahnya,” jelasnya.

Menilik kejadian sebelum-sebelumnya, kebakaran terjadi di area lahan ‘terbuka’, dekat aktivitas warga. Seperti di lahan sekitar penggarapan warga maupun akses jalan. “Kalau biasanya yang terbakar adalah hutan terbuka yang di bawahnya dikelola oleh masyarakat untuk menanam tanaman lain,sehingga terkadang ada aktivitas pembakaran untuk buka lahan, tapi ini tidak,” ujarnya.

Andy menyebut, titik api berada sejauh 1 kilometer dari pemukiman warga. Jika api terus membesar di khawatirkan merembet ke pemukiman. Warga dan petugas saat ini masih bersiaga dan berupaya memadamkan api. “Kita masih memantau di lokasi jangan sampai api merembet ke pemukiman, titik api berada sekitar 1 kilometer dari rumah warga,” pungkasnya.

Reporter Angga Prasetiya

Editor Achmad Saichu