7 Kali Raih Piala Adipura, Emil : Penghargaan Bukanlah Tujuan Akhir

Trenggalek, koranmemo.com – Wajah sumringah terpancar dari Bupati Trenggalek, Emil Elestianto Dardak dalam kirab Piala Adipura, Kamis (17/1). Pasalnya di ujung kepemimpinannya sebelum melenggang menduduki kursi kepemimpinan Wakil Gubernur Jawa Timur, Trenggalek kembali menorehkan piala adipura, yaitu sebuah apresiasi yang diberikan oleh Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan kepada masyarakat Trenggalek yang dinilai mampu menjaga kebersihan dengan baik.

Torehan prestasi ini, membuat Kabupaten Trenggalek mengantongi tujuh piala adipura. Dua diantaranya, diraih di era kepemimpinan Emil Elestianto Dardak bersama Wakil Bupati Trenggalek, Mochamad Nur Arifin periode 2016-2021. Sementara, lima Piala Adipura lainnya diraih masyarakat Trenggalek saat dipimpin bupati sebelum Emil. “Adipura akhirnya kembali dan bertahan,” kata Emil sebelum mengikuti prosesi kirab Piala Adipura di sepanjang jalan protokol di Kabupaten Trenggalek, Kamis (17/1).

Wakil Gubernur Jawa Timur terpilih ini menyebut, penghargaan yang diraih itu bukanlah merupakan tujuan akhir. Namun sebagai tolak ukur untuk mewujudkan lingkungan yang bersih dan sehat. Pasalnya Forkopimda bersama masyarakat merupakan dua unsur yang tidak dapat dipisahkan sehingga perlu kerjasama yang apik. Diakuinya masih banyak pekerjaan rumah (PR) yang harus segera diselesaikan.

“Penghargaan bukanlah tujuan akhir, tapi sebagai tolak ukur kita, cara kita mengukur kita kearah yang bener apa enggak. Tetapi kita jangan lupa penghargaan itu. Misalnya adipura, ngeliat sungai-sungai kotor ngeliat sampah-sampah berserakan saya kira itu pialanya nggak akan bunyi. Saya mengakui masih ada PR,” kata Emil sembari menjelaskan mengenai PR yang dimaksud.

Emil menyebut, dengan kirab Piala Adipura ini, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Trenggalek ingin menunjukkan jika Kabupaten Trenggalek merupakan sebuah daerah yang berprestasi, meskipun berada di pesisir selatan. Spirit inilah yang nantinya, lanjut Emil untuk mempertahankan Piala Adipura agar kembali diraih masyarakat Kabupaten Trenggalek di tahun berikutnya.

“Tentunya apresiasi itu penting, saya hanya mewakili, yang kerja keras ini semuanya, ini pencapaian dari semua pihak. Kalau kita melihat manfaatnya apa ini cara kita untuk mengukur, inikan juga silaturahmi kita juga. Maka kenapa pialanya diarak, ini semangat untuk kita semua bukan hanya untuk pasukan kebersihan tetapi juga untuk kepada warga. Ini lho Trenggalek disini jangan sampai kita turun kelas kan malu masyarakatnya,” pungkasnya.

Untuk diketahui, dalam arak-arakan Piala Adipura itu diikuti Forkopimda Trenggalek beserta sejumlah komunitas. Mereka mengikuti arak-arakan dengan menggunakan sepeda. Masing-masing organisasi perangkat daerah (OPD) menggunakan seragam warna warni.

Reporter Angga Prasetya

Editor Achmad Saichu

Follow Untuk Berita Up to Date