7 Agen Bus Ilegal Ditutup

Ponorogo, koranmemo.com – Jelang libur akhir tahun 2019. Calon penumpang di Terminal Seloaji Ponorogo, tampanya harus lebih berhati-hati. Hal ini menyusul maraknya agen bus bodong (Ilegal.red) yang menjalankan praktik di salah satu terminal milik Kementrian Perhubungan ini.

Dari data Satuan Pelayanan Terminal Seloaji Ponorogo tercatat. Selama periode Juni hingga kini sedikitnya ada 7 agen bus yang ditutup oprasinya, lantaran tidak mengantongi izin trayek. Mereka yakni, agen bus PO. Garuda Mas,  Harum Prima, Kramat Jati Bandung, GMS, Gajah Mungkur, Putra Remaja, dan Handoyo.

Tidak hanya itu, selama periode Agustus hingga November lebih dari 271 armada bus terkena tilang petugas, bahkan 65 diantaranya mendapat sanksi penundaan keberangkatan, lantaran melanggar ijin trayek bus.” Ada 7 agen yang kami tutup karena ilegal. Dan 271 armada ditilang, 65 lainnya penundaan keberangkatan karena melanggar trayek dan tidak memperbaharui ijin trayek,” ujar Kordinator Satuan Pelayanan Terminal Seloaji Ponorogo Eko Budi Prasetyo, Senin ( 2/12).

Eko memperingatkan, tidak akan mentolerir pelanggaran trayek bus. Hal ini untuk menciptakan kenyamanan dan keamanan bagi calon penumpang.” Terminal tidak ada toleransi pelanggaran, sekecil apapun pelanggaran tentang penyimpanan trayek tetap akan kita tindak. Sopir melanggar 2 kali kami tunda keberangkatanya,” tegasnya.

Reporter Zainul Rohman
Editor Achmad Saichu

 

Follow Untuk Berita Up to Date