6 Wakil Tuan Rumah Lolos Babak Kedua Indonesia Open 2019

Share this :

Jakarta, koranmemo.com – Enam wakil tuan rumah akhirnya berhasil lolos ke babak ke dua Indonesia Open 2019, setelah dalam pertandingan pertama Selasa (16/7) mereka berhasil mengalahkan lawan-lawannya di Istora Gelora Bung Karno (GBK).

Mereka yang lolos babak kedua adalah Nadya Melati/Tiara Rosalia Nuraidah yang kini main di jalur profesional, tunggal putri Gregoria Mariska Tunjung, pasangan ganda putri Greysia Polii/Apriyani Rahayu, tunggal putra Jonatan Christie  dan Anthony Sinisuka Ginting dan pasangan ganda putra Kevin Sanjaya Sukamuljo/Marcus Fernaldi Gideon.

Ganda putra terbaik Indonesia, Kevin Sanjaya Sukamuljo/Marcus Fernaldi Gideon, yang terakhir memastikan diri melaju ke babak kedua setelah bersusah payah menundukkan ganda Jepang, Takuto Inoue/Yuki Kaneko, dalam pertarungan tiga gim 20-22, 21-16, 21-14.

Ganda putra  nomor satu dunia ini sebenarnya sangat diunggulkan. Selain sebagai unggulan pertama rekor pertemuan kedua pasangan ini  juga sangat berpihak kepada Kevin/Marcus 7-0.Kevin/Marcus mengaku sempat kaget dengan kondisi angin di lapangan dan shuttlecock yang berbeda dari biasanya.

“Dari awal, angin di lapangan kencang dan shuttlecock-nya goyang. Kalau memukul kencang jadi tidak pas. Di game kedua dan ketiga, kami bisa menemukan permainan kami,” ungkap Marcus usai pertandingan.

“Lawan tampil baik, tidak gampang dimatikan, mereka cukup kuat. Kami kaget sama kondisi lapangan dan shuttlecock,” sebut Kevin.

Sebelumnya, tunggal putri  Gregoria Mariska Tunjung berhasil meraih tiket ke babak kedua setelah menyudahi perlawanan wakil Thailand Pornpawee Chochuwong dengan game langsung, 21-10, 21-8.
Di babak kedua, Gregoria sudah ditunggu Ratchanok Intanon, juga asal Thailand. Intanon ke babak kedua setelah menundukkan Ruselli Hartawan, dengan skor 21-14, 21-14.

Gregoria tampil cukup baik di laga pembuka. Sebaliknya, Chochuwong tak dapat mengikuti irama permainan Gregoria, beberapa kali ia salah mengantisipasi bola yang jatuh di sisi kanan belakang lapangannya. Poin pun terus bertambah untuk Gregoria.

“Bola-bola Pornpawee tidak ‘sejahat’ Ratchanok. Dari kualitas dan cara main, Ratchanok lebih di atas Pornpawee. Ratchanok kan lebih banyak pengalaman dia pemain top dunia,” ujar Gregoria.

“Saya kalah straight game di pertemuan terakhir sama Ratchanok. Inginnya main penuh motivasi, nggak gampang buang poin, harus bisa ajak dia main yang ramai (sengit) supaya saya dapat pedenya,” tambahnya.

Ganda putri unggulan tuan rumah Greysia Polii/Apriyani Rahayu, melaju ke babak kedua setelah menyingkirkan wakil Jepang, Ayako Sakuramoto/Yukiko Takahata, dengan skor 21-15, 21-16. “Puji Tuhan kami bisa melewati babak ini, kami memang mau melewati babak demi babak dan fokus ke pertandingan selanjutnya. Tadi lebih ke kondisi psikis, lawan belum siap menghadapi angin, dan penonton kasih semangat. Dari segi teknik, kami tidak boleh lengah dari pasangan Jepang, dari fisik juga,” kata Greysia.

Pemain tunggal putra tuan rumah Jonatan Christie dan Anthony Sinisuka Ginting juga lolos ke babak kedua. Sayangnya pasangan ganda campuran Praveen Jordan/Melati Daeva Oktavianti harus terhenti di babak pertama setelah ditaklukkan wakil Jerman, Mark Lamsfuss/Isabel Hertrich, dengan skor 20-22, 14-21.

Jonatan Christie berhasil melewati laga babak pertama setelah mengalahkan wakil Denmark Rasmus Gemke dengan skor 21-17, 24-22.

“Puji Tuhan saya bisa melewati babak pertama dengan berjuang keras karena lawan bermain bagus. Saya sering tertinggal di perolehan angka dan ketinggalan 18-20,” kata Jonatan.

Anthony Sinisuka Ginting mengikuti langkah Jonatan Christie ke babak kedua usai mengalahkan wakil China Lu Guangzu dengan skor 20-22, 23-21, 21-18.

“Saya memang sudah mewaspadai lawan, dia beberapa kali mengalahkan mas Tommy, walaupun di pertemuan terakhir kalah dari mas Tommy. Dengan dikirim Tiongkok ke turnamen besar seperti ini, berarti ada yang spesial dari dia dan dia calon penerus generasi tunggal putra Tiongkok,” ujar Anthony.

Di babak kedua, Anthony akan berhadapan dengan Kantaphon Wangcharoen dari Thailand.

 

Editor Achmad Saichu