57 Km Jalur Mudik Rusak

Jombang, Memo – Dinas Pekerjaan Umum (PU) Bina Marga Kabupaten Jombang melakukan perbaikan terhadap sejumlah jalur menjelang musim mudik lebaran Idul Fitri 2016 yang kurang dua minggu lagi. Menurut data Dinas PU Bina Marga, ada 40 persen jalur mudik yang masih mengalami kerusakan dari total sepanjang 144 kilometer yang melintas di Jombang.

Petugas dari PU Bina Marga melakukan  perbaikan di jalur alternatif Ploso Jombang – Kertosono Nganjuk (agung/memo)
Petugas dari PU Bina Marga melakukan perbaikan di jalur alternatif Ploso Jombang – Kertosono Nganjuk (agung/memo)

“Ada 30 – 40 persen atau sekitar 57,6 kilomter jalur yang masih rusak di Jombang,” kata Kepala Dinas Pekerjaan Umum (PU) Bina Marga Kabupaten Jombang, Heri Oetomo kepada wartawan, Kamis (16/6).

Heri menambahkan, menyikapi adanya jalur yang masih rusak, pihaknya telah melakukan evaluasi. Hasil evaluasi, pihaknya secara rutin melakukan perbaikan di titik-titik jalur yang rusak. “Hasil evaluasi, kami melakukan perbaikan dengan aspal hot mix maupun melakukan penutupan jalur berlubang dengan aspal lapen (lapis penetrasi makadam),”ujarnya.

Masih kata Heri, perbaikan jalur mudik telah dimulai yang dilakukan sejak satu minggu yang lalu. Sebab, pihaknya menargetkan perbaikan selesai pada H-7 lebaran. “H-7 lebaran diharapkan perbaikan jalur mudik tuntas dan bisa digunakan para pengguna jalan atau pemudik,” tambah Heru.

Sementara, Mulyadi (53) salah satu petugas lapangan Dinas PU Jatim menambahkan, perbaikan jalan dilakukan untuk memperlancar arus mudik dan arus mudik 2016. “Perbaikan dilakukan guna memperlancar arus mudik-balik 2016 sehingga tidak ada kemacetan dan juga mencegah terjadinya kecelakaan khususnya roda dua,” ujar  Mulyadi, kepada wartawan, saat melakukan perbaikan di Jl Gatot Subroto Jombang.

Mulyadi mengakui, beberapa ruas jalur memiliki aspal bergelombang, terutama di Jl Gatot Subroto yang rawan kecelakaan lalu lintas. Sehingga pihaknya fokus untuk memperbaiki kerusakan yang ada dijalan tersebut. “Jalur trans jawa merupakan jalur mudik poros utama yang menghubungkan Jawa Timur – Jawa Tengah.  Jalur ini dikenal sebagai jalur padat dan rawan kecelakaan lalulintas akibat jalan yang bergelombang,” pungkas Mulyadi. (ag)

Follow Untuk Berita Up to Date