500 Buku Nikah Kosong Dicuri

Share this :

Diduga Dijual di Wilayah Perbatasan Negara

Tulungagung, koranmemo.com – Warga Kecamatan Pakel Kabupaten Tulungagung dipastikan sulit mendapatkan buku nikah. Pasalnya kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Tulungagung yang berada di Jalan Pahlawan Gang III Desa Rejoagung Kecamatan Kedungwaru Jumat (23/12) dibobol pencuri. Banyak barang-barang berharga yang hilang. Diantaranya, 500 buku nikah kosong, 1 buah laptop merek Acer, dan satu kamera digital merek Sony.

Pencurian tersebut pertama kali diketahui oleh petugas cleaning service, Andri Santoso (20). Saat itu dia hendak membersihkan ruangan seksi bimbingan masyarakat (bimas) Islam. Dia terkejut melihat kondisi ruangan acak-acakan dan pintu masuk rusak.

Kepala Kemenag, Nuril Huda melalui Kasi Bimas Islam Abdul Choliq mengatakan di ruangan tersebut banyak barang berharga seperti LCD, alat musik keyboard, motherboard, monitor, CPU, dan lain sebagainya. Namun pencuri hanya mengambil 1 buah laptop, 1 kamera digital, dan 500 buku nikah kosong. “Kami sudah melaporkannya ke Polsek Kedungwaru,” katanya.

Sementara itu, Kapolres Tulungagung, AKBP Yong Ferrydjon melalui Kapolsek Kedungwaru, AKP Purwanto mengatakan polisi langsung meluncur ke tempat kejadian perkara (TKP) bersama anggota polres. Mereka melakukan olah TKP dan mengambil sidik jari di beberapa tempat dalam ruangan.

Berdasarkan hasil penyelidikan sementara, Lanjut Purwanto diduga kuat pelaku sengaja mengincar buku nikah kosong. Indikasinya 100 buah buku nikah kosong yang sudah rusak tidak diambil. Sementara 500 buku nikah kosong untuk Kecamatan Pakel dicuri. Informasinya, harga buku nikah kosong bisa dijual dengan harga cukup fantastis, antara Rp 4 sampai 5 juta. Biasanya buku nikah laku dijual di daerah perbatasan negara Indonesia dengan tetangga. “Ada 100 buah buku nikah rusak yang tidak dibawa pencuri,” jelasnya.

Purwanto menambahkan ada dugaan pelaku memahami lokasi, karena di kantor tersebut belum terpasang closed circuit television (CCTV). Kemungkinan pelaku juga lebih dari satu orang, karena dari hasil olah TKP sementara pencuri masuk melalui pintu pagar samping sebelah timur. Pelaku mudah masuk ke lokasi kantor Kemenag. “Kasus ini masih akan dilakukan penyelidikan guna mencari motif pelaku,” pungkasnya. (yop/Jb)