5 Kecamatan di Madiun Dikepung Banjir, Puluhan Desa Terendam

Share this :

Madiun, koranmemo.com – Sedikitnya lima kecamatan di Kabupaten Madiun saat ini Rabu (6/3) dikepung banjir dan puluhan desa terendam, akibat hujan deras yang melanda wilayah tersebut pada Selasa (5/3) malam ditambah meluapnya air sungai anak Bengawan Solo. Banjir paling parah terjadi di Desa Klumutan Kecamatan Saradan dan Desa Purworejo serta Desa Kedungrejo Kecamatan Pilangkenceng dengan kedalaman sekitar 5 meter.

Hingga berita ini dibuat tidak ada laporan korban jiwa. Masyarakat yang menjadi korban banjir telah dievakuasi. Belum ada pernyataan resmi dari pejabat yang berwenang terkait musim banjir bandang yang menenggelamkan ratusan rumah warga ini. Termasuk besar kerugian juga belum bisa ditaksir lantaran masih dalam pendataan.

Informasi awal meyebutkan, musibah banjir diantaranya terjadi di Kecamatan Pilangkenceng melanda Dusun Jetak Desa Purworejo, ketinggian air mencapai 1 hingga 2 meter. Adapun  warga terdampak kurang kebih150 orang dan kesemuanya telah dievakuasi ke Ponpes Klubuk Desa Kedungrejo dan sebagian lagi warga naik ke jalan Tol.

Sedangkan di Kecamatan Mejayan, bencana banjir terjadi di Jalan Cempaka Kelurahan Bangunsari. Adapun, warga terdampak sekitar 25 KK dan tidak ada korban jiwa. Kemudian, juga terjadi di Dusun Mrau Desa Ngampel. Di lokasi tersebut warga terdampak mencapai sekitar 250 KK dan sudah dilakukan evakuasi. Di Desa Ngampel ini musibah banjir paling parah melanda lingkungan Rt.  20/19 Rw. 06 lantaran daerah tersebut agak turun dari permukaan jalan utama dan dekat dengan anak sungai Bengawan Solo.

Banjir juga terjadi di Kecamatan Wungu ntepatnya di Desa Tempursari yang mengakibatkan jalur Desa Tempursari – Desa Nglanduk tidak dapat dilalui kendaraan roda empat.

Banjir juga melanda wilayah Kecamatan Balerejo yang terjadi di Desa Bulakrejo, Desa Warurejo, Desa Babadan Lor, Desa Kedungjati, Desa Garon, Desa Glonggong, Desa Pacinan, Desa Jerukgulug, Desa Sogo, Desa Sumberbening dan Desa Balerejo. Di wilayah tersebut, banjir tidak hanya menggenangi jalan dan pemukiman penduduk namun juga areal persawahan yang sebentar lagi masuk masa panen.

Kecamatan Saradan juga tak.luput dari musibah banjir. Sedikitnya ada lima desa terdampak yakni, di Dusun Sumberan Desa Klumutan. Di desa tersebut sejumlah pemukiman penduduk tergenang banjir. Desa Soukorejo banjir menggenangi rumah warga Rt. 1 RW 1 dan sebanyak 7 KK mengungsi.

Kemudian  Desa Sugihwaras air sungai meluap sampai dengan jalan raya Madiun – Surabaya. Desa Bener banjir menggenangi jalan dan rumah warga di Dusun Boto serta di Desa Bongsopotro banjir menggenangi sekitar 40 rumah warga.

Reporter: Juremi

Editor: Achmad Saichu