4.600 Siswa SD dan SMP Mulai Cairkan Dana PIP

Share this :

Kediri, koranmemo.com – Program Indonesia Pintar (PIP) sudah mulai tahap pencairan. Setidaknya sudah ada 4.600 siswa baik jenjang sekolah dasar (SD) dan sekolah menengah pertama (SMP) sederajat di Kota Kediri, yang sudah memperoleh dana melalui rekening bank.

Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Kediri, Siswanto menjelaskan, rekening yang diberikan dan realisasi pemberian dana PIP berdasarkan KIP, terlebih dahulu melalui tahap pencocokan data yang masuk ke Dapodikdasmen milik Kementerian Pendidikan dan Kebudyaan (Kemendikbud) dan Basis Data Terpadu (BDT) milik Kementerian Sosial (Kemensos).

Dengan demikian, siswa yang memperoleh dana PIP benar-benar tepat sasaran, karena dana tersebut untuk biaya keperluan sekolah bagi siswa. “Pencairan PIP sudah mulai dilakukan dan kami selalu melakukan pengawasan terhadap proses pencairan dana tersebut. Supaya dana PIP lebih tepat sasaran dan digunakan sesuai dengan tujuan awal, yaitu membantu biaya sekolah siswa,” jelasnya, Rabu (31/7).

Selain itu, lanjutnya, pengawasan dilakukan untuk membantu proses pencairan berjalan dengan baik. Karena, jika terjadi kendala, pihak sekolah dapat melaporkan ke Disdik yang menjadi perantara untuk melaporkan kendala yang dihadapi ke Kemendikbud dengan sistem dalam jaringan (daring).

Dengan demikian, pihak sekolah hanya sebatas penginputan data siswa yang dinilai dan merasa sebagai masyarakat kurang mampu. Informasi yang diperoleh koranmemo.com, dari 4.600 siswa yang memperoleh dana PIP, 3.500 siswa adalah siswa jenjang SMP sederajat, sedangkan 1.100 siswa adalah siswa jenjang SD sederajat.

Karena basis data yang menjadi acuan Kemendikbud sebelum tahun ajaran baru 2019/2020, maka 5 persen dari total siswa yang memperoleh dana PIP sudah berada di jenjang yang lebih tinggi. Jadi, 5 persennya adalah siswa pada tahun ajaran 2018/2019 masih kelas VI SD dan di tahun ajaran 2019/2020 sudah berada di kelas VII SMP, begitu pula bagi siswa kelas IX SMP yang kini duduk di kelas X SMA.

Meskipun demikian, siswa yang sudah tercatat di sistem Kemendikbud, tetap memperoleh dana PIP selama mereka tidak terkena drop out (DO) dari sekolah. Jika siswa ke luar karena permasalahan biaya, maka siswa tersebut masih bisa menerima dana PIP dan melanjutkan sekolah.

Menurut Siswanto, dana PIP dapat meningkatkan akses bagi anak usia 6 hingga 21 tahun untuk mendapatkan layanan pendidikan sampai tamat satuan pendidikan menengah. Selain itu, untuk mencegah peserta didik dari kemungkinan putus sekolah karena terkendala biaya.

Mengingat bantuan dana PIP diberikan kepada siswa miskin dan rentan miskin, atau siswa yang berada di panti asuhan. Dana PIP digunakan untuk membiayai kebutuhan individu siswa guna mendukung proses pendidikannya. “Bantuan dana PIP sangat membantu siswa miskin atau rentan miskin dalam mendapatkan layanan pendidikan. Kami berharap program tersebut dapat terus dijalankan,” ucapnya. (Adv)

Reporter : Okpriabdhu Mahtinu

Editor Achmad Saichu

Follow Untuk Berita Up to Date