387 Jiwa Keluar dari Status Miskin, Graduasi Mandiri Terus Ditingkatkan

Trenggalek, Koranmemo.com – Angka kemiskinan di Trenggalek terus ditekan. Saat ini terdapat sebanyak 32.683 jiwa yang masuk kategori miskin yang masih mendapat bantuan Program Keluarga Harapan (PKH). Jumlah itu mengalami penurunan ketimbang angka sebelumnya yakni sebesar 34.634 jiwa. Penurunan angka kemiskinan itu selaras dengan tingkat kesejahteraan warga.

Kepala Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Dinsos P3A) Trenggalek, Ratna Sulistyowati mengatakan, terhitung sejak tahun 2018 sedikitnya lebih dari 387 jiwa menyatakan lepas dari kemiskinan. Graduasi mandiri itu terus mengalami peningkatan. “Karena PKH ini berjangka dan sudah mendekati finis,” ujarnya.Lepasnya status kemiskinan ratusan warga itu mengindikasikan gebrakan pemerintah daerah dalam menuntaskan kemiskinan membuahkan hasil. Pemda terus mendorong para Keluarga Penerima Manfaat (KPM) untuk lepas dari belenggu kemiskinan, diantaranya dengan cara meningkatkan perekonomian. “Memang masing-masing pendamping ada targetnya,” kata dia.

Diakuinya data kemiskinan di Trenggalek tak sepenuhnya jadi rujukan. Pasalnya beberapa penerima manfaat saat ini dinilai sudah tidak layak mendapatkan bantuan. Pihaknya berencana memasang tanda berupa stiker kepada rumah penerima bantuan. “Jadi ada syarat komponennya dan harus masuk data base dulu. Jadi kami ingin pasang stiker biar masyarakat juga ikut mengontrol,” pungkasnya.

Bupati Trenggalek, Mochamad Nur Arifin mengatakan, gebrakan yang dilakukan pemda diantaranya adalah mendorong lahirnya lapangan pekerjaan atau wirausaha dari kalangan perempuan. Pemda memfasilitasi Rumah Perempuan sebagai wadah pelatihan agar lebih mandiri. “Nanti kedepan para pendamping bisa melakukan koordinasi terhadap hal ini,” kata Mas Ipin.

Mas Ipin mendorong para KPM lainnya untuk dapat mandiri. Pemda juga akan melakukan pendampingan kepada warganya yang sudah mendeklarasikan diri lepas dari kemiskinan. “Saya merasa terharu dan tersanjung mereka bisa bermental optimis. Beberapa dari mereka sudah punya usaha dan mendeklarasikan diri sebagai wisudawan yang menyatakan dirinya lolos dari kemiskinan,” pungkasnya.

Reporter Angga Prasetiya

Editor Achmad Saichu

Follow Untuk Berita Up to Date