313 Pelajar Terima Penghargaan

Mojokerto, Koran Memo – Sebanyak 313 pelajar berprestasi dari tingkat PAUD, SD/MI, SMP/MTs, SMA/MA/SMK, dan SLB di Kota Mojokerto memperoleh penghargaan dari Walikota Mojokerto, Mas’ud Yunus, Sabtu (31/10). Pemberian penghargaan ini dalam rangka memperingati hari ulang tahun Program Kota Mojokerto Berlingkungan Pendidikan (PKMBP) ke-7 tahun 2015.

Walikota Mojokerto, Mas’ud Yunus memberikan penghargaan ke pelajar (dok.humas)
Walikota Mojokerto, Mas’ud Yunus memberikan penghargaan ke pelajar (dok.humas)

Penyerahan penghargaan bertajuk Gelar Seni dan Anugerah Prestasi ini dilaksanakan di Astoria Convention Hall. Selain dihadiri walikota, acara juga dihadiri Ketua DPRD, Kapolres Mojokerto Kota, asisten, kepala SKPD, camat, lurah, ketua komite sekolah, dan kepala sekolah se-Kota Mojokerto. Para pelajar ini berhak memperoleh piagam serta uang pembinaan total lebih dari Rp 166 juta.

Dalam sambutannya, Walikota Mas’ud Yunus mengatakan, dalam peringatan hari ulang tahun PKMBP ke-7 ini, dia berharap pendidikan di Kota Mojokerto dapat semakin maju. “Semoga anak-anak kita jadi semakin berprestasi, yang endingnya kita nanti akan mampu meningkatkan kualitas sumber daya manusia di Kota Mojokerto,” kata Mas’ud Yunus.

Mas’ud menambahkan, akhir tahun 2015 ini akan memasuki era Masyarakat Ekonomi Asean (MEA). Di semua negara di Asean akan terjadi persaingan besar-besaran. “Pada saat itulah kita akan diuji mampukah anak-anak kita bersaing dengan anak-anak dari negara lain? Inilah yang menjadi tantangan. Kita harus mampu mempersiapkan generasi penerus yang berkualitas, berintegritas, berkarakter dan berdaya saing,” jelasnya.

Untuk itu Walikota selalu menekankan bahwa pendidikan merupakan prioritas utama. Untuk itu pula pada tahun 2007 lalu telah dicanangkan Program Wajib Belajar 12 tahun dan pada tahun 2009 digagas Program Kota Mojokerto Berlingkungan Pendidikan sesuai dengan peraturan walikota nomor 17 tahun 2009.

Program tersebut dikatakan berhasil jika tidak ada anak usia sekolah yang tidak sekolah. Karena itu setiap warga Kota Mojokerto harus menyekolahkan anaknya minimal tingkat SMA. “Pendidikan merupakan pengeluaran paling tinggi, maka itulah Pemerintah mempunyai kewajiban untuk memfasilitasi itu semua,” tambah Mas’ud.

Dalam rangkai itulah sejak tahun 2015 Pemerintah Kota Mojokerto telah mencanangkan sekolah gratis. “Saya mohon doa restu, kalau tahun ini Kota Mojokerto menggratiskan biaya operasional dan biaya investasi. Mudah-mudahan tahun 2016 nanti kita akan mampu menggratiskan sampai biaya personal. Seragam sekolah akan kita gratiskan. Bahkan akan ada program angkutan sekolah gratis,” tandas Mas’ud.

Sejak dicanangkannya program jam wajib belajar, Kota Mojokerto juga dapat mampu berbicara di tingkat Jawa Timur. Kelulusan tingkat SD, SMP dan SMA, semuanya masuk sepuluh besar Jawa Timur. “Ini dapat tercapai berkat kerja sama kita semua. Antara Pemerintah Kota Mojokerto, sekolah, masyarakat dan orang tua untuk bersama-sama memperhatikan pendidikan anak-anak kita. Utamanya adalah peran RT, RW dan warga yang menjadi satgas untuk mensukseskan jam wajib belajar setiap jam 6 hingga jam 7 malam,” pungkas Walikota Mas’ud Yunus. (ag)

Follow Untuk Berita Up to Date