3 Orang PDP di Kabupaten Kediri Dinyatakan Negatif Corona, Satu Tunggu Hasil Lab

Share this :

Kediri, koranmemo.com – Tiga orang yang sempat dalam perawatan dan dinyatakan Pasien Dalam Pengawasan (PDP) setelah dalam pemeriksaan uji lab dan hasilnya diketahui selama tiga hari dinyatakan negatif alias tidak terpapar virus Corona atau Covid 19. Sementara satu orang lagi hasilnya belum diketahui masih dalam observasi atau pengawasan.

Perawatan dan pengawasan ini dilakukan di  RSUD Pare dan koordinasi dengan uji lab di Surabaya. Hasil uji lab ini baru diketahui setelah tiga hari dan saat ini masih dalam perawatan dan kondisinya semakin membaik. Karenanya pengawasan di ruang isolasi khusus dan jika sudah dikirim melalui uji lab bisa dipastikan orang tersebut PDP.

Diirektur RSUD SLG, dr Eko Hariadi mengatakan tertularnya virus ini karena ada Orang Dalam Risiko (ODR) . Jika terjadi ODR  ada riwayat kontak dan terinfeksi dengan negara yang terjangkit  Covid 19 seperti Singapura dan China namun belum tentu sakit.Namun jika orang tersebut batuk, pilek, panas dan suhu tinggi 38 derajat celcius jadi Orang Dalam Pengawasan (ODP).

Untuk penanganan ODP ini menurutnya, difoto rontgen dan terdapat bercak dalam paru yang disebut pneumonia. Orang tersebut masuk dalam tahap Pasien Dalam Pengawasan (PDP).PDP inilah yang perlu dilakukan pemeriksaan Swab dan bukan karena batuk dan pilek saja. Untuk pemeriksaan harus di lab di Surabaya sesuai yang ditunjuk dan rekomendasi dari RSUD Pare sesuai rujukan untuk uji lab.

“RSUD Pare akan melakukan swab dan hasilnya bisa dilihat tiga hari kemudian apakah positif Covid atau tidak. Sementara untuk suhu normal 36,5 derajat celcius hingga 37 derajat celcius. Kalau lebih dari ini diindikasikan panas dan panas badan ini salah satu tanda. Tanda itu bukan saja panas saja namun jika ada riwayat kontak masuk katagori PDP,” ujarnya.

Ditambahkan Hariadi,virus ini penyebabnya kecil atau hanya 2 persen namun penyebaranya sangat cepat tetap hati-hati. Meski hanya dua persen kalau jumlhnya besar tetap beresiko besar. Karenanya harus tetap menjaga kondisi tubuh dengan mengkunsumsi makanan bergizi tinggi dan seimbang.

Reporter Bakti Wijayanto

Editor Achmad Saichu