3 Jenazah Tumbal Dam Angker Diserahkan kepada Keluarga

Madiun, Koranmemo.com – Tiga jenazah korban tenggelam di Dam Dusun Wates, Desa Kebonagung, Kecamatan Mejayan, Kabupaten Madiun diserahkan kepada pihak keluarga.

Penyerahan jenazah tersebut, setelah dilakukan serangkaian pemeriksaan oleh penyidik Unit Reskrim Polsek Mejayan terhadap sejumlah saksi mata terutama dua rekan korban yakni Bayu Eko (15) dan Dian Aldi (21) yang mengetahui kejadian di Jum’at naas itu selama kurang lebih lima jam.

Jenazah korban diserahkan oleh Kapolsek Mejayan melalui Kanit Reskrim Polsek Mejayan Ipda Agus Subiono kepada pihak keluarganya dengan disaksikan Kepala Desa Kebonagung, Mejayan,  Alex Susanto dan Kepala Desa Sriti, Kecamatan Sawoo, Kabupaten Ponorogo, Katmanto.

Kanitreskrim Polsek Mejayan Ipda Agus Subiono membenarkan,  jika saat ini jenazah sudah dilakukan penyerahan kepada pihak keluarga untuk dimakamkan. Sebelumnya, jasad ketiga korban sudah menjalani pemeriksaan oleh tim Inafis Polres Madiun dibantu tim medis RSUD Caruban.

Adapun kesimpulan dari kejadian tersebut berdasarkan keterangan para saksi diperkuat bukti hasil pemeriksaan tim medis adalah murni karena kecelakaan tenggelam. “Pada jasad korban tidak kami temukan adanya tanda-tanda kekerasaan atau penganiayaan. Dan pihak keluarga sudah menerima musibah ini,” ujar Ipda Agus Subiono.

Pantauan di kamar mayat RSUD Caruban, jenazah korban diangkut menuju rumah duka menggunakan dua mobil ambulan yang berangkat secara beriringan pada pukul 22.15 WIB. Ambulan pertama Nopol AE 8073 EP berisi jenazah Didin Saifudin (19) dan ambulan kedua Nopol AE 8072 EP berisi jenazah Suwanto (25), Eko Rijianto (21) serta satu mobil siaga RSUD Caruban membawa pihak.keluarga. Untuk sampai dirumah duka diperkirakan akan memakan waktu perjalanan sekitar 2,5 sampai 3 jam.

Diberitakan sebelumnya, Dam di Dusun Wates, Desa Kebonagung, Kecamatan Mejayan, Kabupaten Madiun yang dikenal angker minta tumbal, Jum’at (6/9) siang. Tiga orang pekerja bangunan asal Desa Sriti, Kecamatan Sawo, Kabupaten Ponorogo, tewas tenggelam saat mandi di dam setempat.

Awalnya, sekitar pukul 11.00 WIB, lima orang pekerja, usai mengerjakan pekerjaan paving jalan di Dusun Wates hendak mandi di dam tersebut.

Tiba-tiba, dua teman korban yang saat itu ada di dam menjerit minta tolong dan mengatakan jika tiga temannya yang hendak mandi tenggelam. Warga langsung melapor ke Kepala Desa Kebonagung dilanjutkan ke Polsek Mejayan. Tak lama, petugas langsung meluncur ke lokasi kejadian untuk mencari korban.

Tim gabungan dari Polres Madiun, TNI, BPBD dibantu warga terlihat terus “ngubek-ngubek” Dam dengan menggunakan perahu karet dan bambu serta tali.

Awalnya, setelah tiga ayam dilarung di dam tersebut, sekitar pukul 14.30 hanya dua korban yang berhasil ditemukan.

Setelah hampir tiga jam upaya pencarian, korban terakhir akhirnya berhasil di temukan dari dasar Dam berkedalaman 15 meter lebih sekitar pukul 15.00 WIB.

Ketiga korban berasal dari Desa Sriti, Kecamatan Sawo Kabupaten Ponorogo. Ketiga korban tewas adalah Didin Saifudin (19), Suwanto (25), Eko Rijianto (21).

Dua selamat bernama Bayu Eko Nurcahyono (15) dan Dian Aldi Anwari (20).

Para korban merupakan pekerja pasang paving jalan yang sudah bekerja di Desa Kebonagung Mejayan, sejak lima hari lalu.

Reporter Juremi

Editor Achmad Saichu

Follow Untuk Berita Up to Date