Modus Jual Tokek seharga Puluhan Juta Rupiah, 2 Penipu Ditangkap

Share this :

Jombang, koranmemo.com – Aparat Polsek Sumobito menangkap dua pelaku penipuan yang beroperasi dengan modus menjual tokek, Rabu (4/10). Mereka adalah Subiyanto (63), warga RT 003/ RW 010 Dusun Pulo Desa Pulorejo Kecamatan Dawarblandong Kabupaten Mojokerto dan Ferdinand Rudolf Patinama (51), warga RT 018/ RW 007 Dusun Ngares Desa Ngares Kidul Kecamatan Gedeg Kabupaten Mojokerto.

“Keduanya dilaporkan telah melakukan penipuan terhadap M Sukadi (65) pensiunan PNS, warga Dusun Sekamar Desa Talun Kidul Kecamatan Sumobito,” kata Kepala Sub Bagian Humas Polres Jombang Iptu Subadar kepada Koranmemo.com, Kamis (5/10).

Subadar menjelaskan, aksi penipuan bermula dari perkenalan korban dengan pelaku Subiyanto Selasa 22 Maret 2016 lalu di Kantor Panti Asuhan Al Ikhlas Dusun/Desa/Kecamatan Sumobito. Saat bertemu keduanya berbincang soal hewan tokek. Subiyanto kemudian menawari korban dengan mengatakan jika ada temannya memiliki tokek seperti yang dibicarakan korban.

Selang beberapa hari kemudian, Subiyanto kembali menemui korban bersama Ferdinand yang kemudian menawarkan tokek jenis rumah dengan panjang 59 sentimeter.

Setelah berkomunikasi panjang lebar hingga membuat korban tertarik, keduanya mengatakan jika memerlukan biaya Rp 10 juta untuk mengirim tokek ke korban. “Pelaku menjanjikan tokek akan datang selang waktu 10 hari kemudian,” ujar Subadar.

Setelah ditunggu hingga jangka waktu yang dijanjikan, ternyata kiriman tokek tidak juga datang. Justru pelaku kembali menemui korban untuk meminta uang Rp 20 juta guna keperluan ruwatan. Tidak hanya itu pelaku juga tercatat dua kali kembali meminta tambahan uang dengan nominal Rp 15 juta dan Rp 5 juta untuk beragam keperluan.

“Lagi-lagi yang dijanjikan pelaku tidak dipenuhi. Malahan pelaku menawari korban menukar tokek dengan samurai. Namun janji itu juga tidak ditepati sehingga korban melapor ke Polsek Sumobito dengan nomer laporan LP/38/IX/2017/JATIM/RES JBG/ SEK SBT tertanggal 25 September 2017,” beber Subadar.

Pasca mendapat laporan, lanjut Subadar, polisi melacak keberadaan kedua pelaku. Hingga akhirnya anggota unit reskrim berhasil mengendus alamat tempat tinggal masing-masing pelaku untuk kemudian melakukan penangkapan.

“Keduanya masih menjalani pemeriksaan untuk mengetahui apakah ada korban lain. Dalam kasus ini korban mengalami kerugian total Rp 50 juta,” pungkas Subadar.

Reporter: Agung Pamungkas

Editor: Achmad Saichu

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.