26.392 UMKM di Kabupaten Madiun Belum Tentu Semua Dapat Bantuan

Share this :

Madiun, koranmemo.com – Jumlah pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) di Kabupaten Madiun yang mendaftarkan diri sebagai penerima bantuan pemerintah sebesar Rp. 2,4 juta mencapai 26.392 orang.

Namun demikian, tidak semua pendaftar bisa menerima bantuan. Selain masih diseleksi administrasi, jumlah pendaftar melebihi kuota ditetapkan sebanyak 12 ribu.

Sekretaris Dinas Perdagangan Koperasi dan Usaha Mikro (Disperdagkop & UM) Kabupaten Madiun Agus Suyudi mengatakan, pihaknya yang hanya sebagai instansi pengusul tidak dapat berbuat banyak. Lebih dari 13 ribu pemohon tersebut tentu harus menerima nasib jika tidak terakomodir dalam BPUM ini.

“Semua data masuk ke dinas tetap disetorkan kepada Bank BRI selaku pihak yang melakukan verifikasi. Dari 26 ribu data tersebut akan gugur jika dilihat dari NIK tidak memenuhi persyaratan yang telah ditentukan. Sudah disosialisasikan mereka tidak boleh memiliki hutang dan tabungan di atas Rp 2 juta. Namun mereka yang tetap nekat mendaftar akan gugur pada verifikasi,” ungkap Agus Suyudi, Kamis (17/9).

Baca Juga: Tiga Pilar Pasuruan Launching Tim Covid Hunter

Dari 12 ribu kuota yang disediakan, hingga saat ini, lanjutnya, data yang telah terverifikasi dan disetujui mendapat bantuan sekitar 6.114 pemohon. Dengan rincian tahap pertama 3.529 orang, tahap kedua 1.405 orang dan ketiga 1.180 orang.

“Kami belum dapat informasi dari pemerintah pusat, apakah ada periode berikutnya atau tidak yang penting sekarang ini harus kita laksanakan dan tetap kita ajukan,” katanya.

Reporter: Juremi

Editor: Della Cahaya