Pemkab Ngawi Siapkan Dana Bencana Rp 1,7 Miliar

Ngawi, Koranmemo.com – Pemerintah Kabupaten Ngawi menyiapkan dana cadangan tanggap darurat senilai Rp 1,7 miliar yang dialokasikan pada APBD 2017.

Sekretaris Daerah (Sekda) Pemkab Ngawi Mokh Sodiq Triwidiyanto mengatakan, anggaran tersebut disalurkan untuk kondisi darurat akibat bencana yang terjadi di Ngawi.

Penyaluran dilakukan jika efek yang ditimbulkan dari bencana bersifat luar biasa. Misalnya kerusakan fasilitas umum, mengancam kesehatan warga di satu pemukiman, dan dampak lainnya yang meluas.

 “Dana tersebut tidak diperkenankan untuk membangun fasilitas umum permanen. Hanya diperuntukkan membangun fasilitas darurat, jadi ada aturannya sendiri soal anggaran ini,” terangnya.

Ditambahkan, berdasarkan hasil telaah Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Ngawi, saat ini kondisi kekeringan di Ngawi masih dapat ditangani dengan anggaran yang ada di kas daerah sebesar Rp 72 juta bersumber APBD Perubahan 2017.

Dikatakan, masyarakat hanya membutuhkan air bersih untuk kebutuhan sehari-harinya. Hal tersebut dapat diatasi dengan droping air bersih ke wilayah kekeringan di Ngawi. “Data wilayah kekeringan yang masuk ada 45 desa dan 10 Kecamatan, kami sudah perintahkan BPBD untuk langsung memberikan bantuan,” tegasnya.

Sodiq mengaku sudah berkoordinasi dengan beberapa instansi di Ngawi untuk mengantisipasi terjadinya kemarau panjang dari prediksi awal sampai Oktober. Dinas Sosial (Dinsos), BPBD, Dinas Pertanian (Disperta), dan Dinas Pekerjaan Umum Tata Ruang (DPUTR) dilibatkan dalam persoalan tersebut.

Itu dilakukan untuk menekan dampak negatif dari kondisi kering yang terjadi di wilayah Ngawi. “Terutama dampak di pertanian, karena potensi tertinggi Ngawi ya bidang itu (pertanian),” ungkapnya.

Terpisah, Kepala Pelaksana (kalak) BPBD Ngawi Eko Heru Tjahjono mengaku upaya permohonan bantuan untuk bencana kekeringan sudah dikirimkan. Sudah ada sinyal positif dari pemerintah provinsi untuk menurunkan bantuan.

Namun belum ada informasi resmi bentuk bantuan yang diberikan ke Ngawi. Dikatakan, respon tersebut diberikan provinsi setelah pihaknya melaporkan situasi cuaca di Ngawi yang dilanda kekeringan. “Ada lima kecamatan statusnya kekeringan kritis, ini yang perlu diprioritaskan,” ujarnya.

Reporter: Dika Abdillah

Editor: Achmad Saichu

Follow Untuk Berita Up to Date

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.