Sembelih Sapi Betina Dijerat Hukum

Share this :

Blitar, koranmemo.com РBelasan jagal dan penjual sapi yang mensuplai daging sapi di Kota Blitar sudah mendapatkan sosialisasi terkait dengan program pemerintah yakni pengendalian pemotongan betina produktif. Dalam Sosialisasi yang digagas oleh pemerintah provinsi bersama Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kota Blitar, juga melibatkan dari pihak kepolisian.

Drh. Emi Nafisah Kepala Seksi Kesehatan Masyarakat Veteriner Bidang Peternakan Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kota Blitar , mengatakan bahwa program pengendalian pemotongan betina produktif akan diintensifkan tahun ini. Sehingga sosialisasi akan terus digencarkan.

“Mengingat ada aturan hukum yang jelas, yakni berdasarkan UU No 41 tahun 2014 pasal 86, disebutkan bahwa setiap orang yang menyembelih ternak ruminansia besar betina produktif dipidana dengan pidana penjara 1-3 tahun dan denda Rp 100 juta-Rp 300 juta.” jelasnya, Rabu (23/8).

Menurutnya, dalam waktu dekat juga akan memberikan sosialisasi secara langsung ke jagal sapi, pasar hewan, RPH maupun pasar tradisional. Agar seluruhnya bisa memahami, sehingga bisa terhindar dari jeratan hukum. Ternak sapi atau kerbau yang diperbolehkan disembelih, jantan atau betina yang tidak produktif atau cacat.

Program pengendalian pemotongan betina produktif dilakukan sebagai upaya untuk mewujudkan swasembada daging. Jika sapi atau kerbau betina produktif disembelih, akan mengurangi jumlah bibit sehingga menganggu pengembangbiakkan ternak.

Reporter: A. Prabowo

Editor: Achmad Saichu

Facebook Comments
Follow Us

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *