Sudah Bayar Rp 1,5 Juta, Tenda 22 PKL Pasar Larangan Dibongkar Satpol PP

Share this :

Sidoarjo, koranmemo.com РPenertiban Pedagang Kaki Lima (PKL) dilakukan petugas Satpol PP Kab. Sidoarjo . Sebanyak 22 PKL yang berada di bagian depan pasar Larangan Sidoarjo terpaksa membongkar tenda/lapaknya.

Penertiban ini dilakukan karena selain mengganggu estetika kota juga memaksimalkan lahan parkir kendaraan bermotor yang ada.

“Sebelum kami bongkar, sebelumnya sudah ada pemberitahuan penertiban. Keberadaan tenda-tenda PKL dibersihkan dan nantinya untuk menampung parkir yang berada di jalan raya,” kata Kabid Pasar Rakyat Dinas Perdagangan dan Perindustrian Nawari, Rabu (26/07/2017).

Dikatakan, adanya PKL di depan tersebut jadi terkesan kumuh. Makanya dibersihkan dan nantinya ada penataan. PKL boleh berjualan, namun tidak boleh mendirikan tenda permanen.

“Mulai pagi sampai jam 12.00 Wib, harus tidak ada pedagang yang berjualan. PKL boleh berjualan, jam 13.00 keatas. Dan sistem lapaknya, bongkar pasang. Habis berjualan, lahan bersih dari lapak.” tegasnya.

Abdul Wahid salah satu pedagang tempe penyet mengaku, sejak berdirinya sekitar tahun 1997 silam, PKL itu karena ada binaan dari petugas pasar.

“Waktu itu kita ditarik biaya sekitar Rp 1,5 juta. Dan sekarang tenda dibongkar, dan boleh berjualan jam tertentu dengan lapak bongkar pasang, saya merasa dirugikan,” pungkasnya.

Reporter: Yudhi Ardian

Editor: Achmad Saichu

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.