2 Peserta Tes SKB CPNS di Kabupaten Madiun Gugur, 1 Reaktif Covid-19

Share this :

Madiun, koranmemo.com – Hari pertama ujian seleksi kompetensi bidang (SKB) calon pegawai negeri sipil (CPNS) Tahun 2019 di Kabupaten Madiun, dua peserta dinyatakan gugur karena tidak hadir dan satu reaktif Covid-19, Jumat (11/9).

Koordinator Badan Kepegawaian Negara (BKN) dalam tes SKB di Kabupaten Madiun, Yuli Witanta mengatakan BKN tidak diijinkan menolak peserta baik reaktif maupun positif asalkan ada rekom dari gugus tugas.

“Kita tempatkan di ruang isolasi tersendiri, mulai awal masuk. Baru ini yang reaktif, informasinya dari Ponorogo,” katanya.

Sementara, Kabid Pengembangan Pegawai Pendidikan dan Pelatihan Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Kabupaten Madiun, Sri Diana Dewi Kusumaningrum mengungkapkan pihak Panitia Seleksi Nasional (Panselnas) menjadwalkan sesi satu dan sesi tiga. Tim Panitia Seleksi Daerah (Panselda) Kabupaten Madiun menjadwalkan 75 peserta tiap sesi.

“Pada sesi pertama ada 75 peserta, semua hadir dan tes berjalan lancar,” ungkapnya.

Sementara pada sesi tiga pun dijadwalkan 75 peserta untuk melaksanakan ujian SKB. Namun ditemui tiga kasus. Pertama ada satu peserta yang memiliki hasil rapid reaktif, berinisial P warga Kabupaten Ponorogo.

Jadi dia harus menempati ruang isolasi yang disediakan panitia. Mulai dari awal masuk area sampai dengan pelaksanaan tes disediakan jalur khusus terpisah dari peserta lain.

“Reaktif dengan penanganan, dibantu panitia diregistrasikan dimintakan pin melalui kode yang difoto dengan hp,” ujarnya.

Kasus kedua peserta tidak hadir lantaran meninggal dunia, yakni Tedi asal Kabupaten Madiun karena kecelakaan beberapa waktu lalu. Satu lainnya tidak hadir lantaran memang dia tidak menghadiri ses

Saat panitia menghubungi yang bersangkutan, dia mengaku tidak mengetahui bahwa hari ini adalah sesinya dia. Secara administrasi, hal ini dinilai sebagai kelalaian peserta karena secara informasi telah tersampaikan.

“Kalau salah informasi tentunya pada sesi ini semua tidak hadir tapi faktanya hanya dia saja,” ungkap Diana.

Reporter: Juremi

Editor: Della Cahaya