2 Pelajar Sekolah Dasar Tewas Tenggelam di Sungai Song Tulungagung

Share this :

Tulungagung, Koranmemo.com – Dua pelajar yang masih duduk di bangku sebuah sekolah dasar di Tulungagung tewas tenggelam di Sungai Song, tepatnya di wilayah Desa Karanganom Kecamatan Kauman, Sabtu (12/9). Pelajar naas yang diketahui adalah Nizar Bahrul Ulum (10) dan Satria (10) tewas tenggelam diduga karena tidak bisa berenang. Keduanya diketahui merupakan warga Desa Banaran Kecamatan Kauman.

Paur Humas Polres Tulungagung, Iptu Neni Endah Suratmi mengatakan, peristiwa itu dilaporkan sekitar pukul 15.00 WIB. Diduga dua bocah tersebut tenggelam satu jam sebelum dilaporkan ke polisi. Kejadian itu pertama kali diketahui oleh warga sekitar. “Saksi mengetahui kejadian itu sekitar pukul 14.00 WIB,” ujarnya.

Saat itu, seorang warga sekitar melihat seorang bocah tergeletak di tepi sungai dengan posisi terbaring kaku, tepatnya di sekitar gerojokan . Oleh saksi, kata Neni, peristiwa yang dilihatnya itu diadukan kepada warga lainnya dan diteruskan ke Polsek Kalangbret. “Oleh saksi (kedua) diperiksa dan korban (pertama) diketahui sudah meninggal dunia,” kata Neni.

Petugas langsung melakukan olah tempat kejadian perkara dan melakukan penelusuran lebih lanjut. Pasalnya diketahui terdapat korban lainnya yang belum diketemukan. Hasilnya, dua korban diketahui meninggal dunia dalam peristiwa tersebut. “Ada korban lain yang saat (diketahui) itu belum ditemukan. Kami lakukan pencarian dengan warga dan korban ditemukan dalam kondisi meninggal dunia,” ujarnya.

Neni mengatakan, menurut keterangan para saksi, diketahui dua pelajar nahas itu sebelumnya berenang dan bermain di sekitar sungai sekitar pukul 10.00 WIB bersama beberapa teman lainnya. Namun saat ditunggu, dua temannya tak kunjung muncul dan ditemukan sudah meninggal dunia, diduga tewas akibat tidak bisa berenang. “Jadi korban saat itu bermain bersama enam orang temannya,” ujarnya.

Saat ini jenazah korban sudah dibawa pihak keluarga untuk disemayamkan setelah menjalani pemeriksaan. Hasilnya petugas tidak menemukan adanya tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban sehingga disimpulkan kedua korban tewas akibat kecelakaan karena tidak bisa berenang. “Semoga peristiwa serupa tidak sampai terulang,” pungkasnya.

Reporter : Angga Prasetya

Editor     : Della Cahaya