2 Kilometer Jalan Poros Desa Rusak Parah, Warga Ancam Blokade

Share this :

Nganjuk, koranmemo.com – Sepanjang 2 kilometer jalan yang berada di Desa Sumbersono Kecamatan Lengkong Kabupaten Nganjuk mengalami kerusakan sangat parah. Bahkan, jalan poros desa tersebut berubah seperti sawah yang baru dibajak setiap kali usai diguyur hujan.

Kepala Desa Sumbersono, Arif Wijayanto mengatakan, jalan sepanjang dua kilometer yang belum diaspal ini kerap membuat orang celaka. Ia menyebut, banyak pengendara yang terjatuh ketika melintasi jalanan tersebut.

“Kalau hujan sekali saja, jalan berubah seperti sawah baru dibajak, bisa ditanami padi. Kalau pagi anak-anak sekolah maupun pedagang sayur dari pasar banyak yang jatuh karena terpeleset,” ungkapnya.

Menurutnya, kerusakan jalan di desanya disebabkan sering dilalui truk muatan galian C dari Dusun Bajulan Desa Prayungan, Lengkong. Sebenarnya pihak desa telah melakukan koordinasi dengan pihak proyek guna menyikapi masalah itu.

“Dengan pihak proyek disepakati bila ada jalan yang rusak ditutup pakai tanah. Kemarin bahkan sudah ditutup pakai sirtu, tapi hasilnya tetap saja masih rusak,” keluhnya.

Disinggung mengenai permintaan dari warganya, Kades Arif menyebut jika masyarakat hanya menginginkan jalan di desanya segera diperbaiki hingga layak. Bahkan, Arif mengaku keluhan tersebut sudah disampaikan kepada Bupati Novi ketika sambang ke desa tetangga, termasuk usulan ke DPRD bagian Banggar. “Katanya akan segera ditindaklanjuti sebelum akhir tahun ini,” tandasnya.

Lebih jauh, Kades Arif mengatakan, masyarakat sudah muak dan berulang kali ingin melakukan demo dengan kondisi jalan rusak seperti itu. Pasalnya, sudah sejak pembangunan tol hingga saat ini jalan rusak tak kunjung diperbaiki. Warga pun mendesak akhir tahun ini pembangunan jalan harus sudah beres.

“Warga sudah berulang kali ingin melakukan aksi demo dengan menanam tanaman di jalan. Saya persilahkan karena itu hak warga, yang penting jangan sampai anarkis hingga merusak fasilitas umum,” pungkasnya.

Reporter Andik Sukaca

Editor Achmad Saichu