2 Kades,1 Kasun Diamankan

Share this :

*Saat Asyik Judi Domino

 Kediri, Memo- Lima orang budak judi, dua diantaranya kades (Kepala Desa) dan satu kasun (Kepala Dusun) berhasil diamankan buser Polres Kediri saat asyik judi kiu-kiu (domino) di pekarangan kosong rumah warga Desa Karangpakis Kecamatan Purwoasri Kabupaten Kediri, Minggu (2/11) sekitar pukul 22.30 WIB.

Dua kades yang digiring ke Mapolres Kediri adalah amankan Sobar Muji (43) Kades Karangpakis Kecamatan Purwoasri, warga RT 002 RW 005 Dusun Purworejo Desa Karangpakis Kecamatan Purwoasri dan Kuncoro (36) Kepala Desa Mekikis, warga Jl Durian RT 001 RW 009 Desa Mekikis Kecamatan Purwoasri.

Sedangkan seorang kasun yang diamankan adalah Radiono (49) Kasun Karangpakis, warga RT 02 RW 03 Dusun / Desa Karangpakis. Dua orang lainnya yang dibekuk dalam peristiwa tersebut antara lain: Slamet (47) buruh pengisian air isi ulang, warga RT 02 RW 03 Dusun / Desa Karangpakis Kecamatan Purwoasri dan Suharto (54) kuli batu, warga RT 002 RW 008 Dusun Krembung Desa Mojokambang Kecamatan Bandar Kedungmulyo Kabupaten Jombang.

Informasi yang dihimpun Koran Memo, penggerebekan arena perjudian ini bermula dari data yang diperoleh polisi menyebutkan di salah satu pekarangan rumah warga ada kegiatan perjudian. Terlebih, beberapa pejudi diketahui berprofesi sebagai aparat desa.

Dari situ polisi mencari lokasi yang disinyalir sering untuk berjudi. Setelah berhasil menemukan lokasi, sekitar delapan personil polisi saat itu juga melakukan penggerebekan. Kelima pejudi tidak sempat kabur lantaran tidak menyangka jika ada polisi datang.

Selain berhasil menangkap kelima tersangka, polisi juga berhasil menyita barang bukti perjudian seperti satu set kartu domino, uang tunai sebesar Rp 277.000, serta satu beberan untuk judi. Selanjutnya kelima pejudi berikut barang buktinya dibawa ke Mapolres Kediri.

Dari pemeriksaan, para pejudi mengaku iseng dan masih satu kali ini berjudi. Setiap putaran, para pejud

inilah kelima pejudi yang ditangkap polisi (agung/memo)
inilah kelima pejudi yang ditangkap polisi (agung/memo)

i mengaku memasang taruhan Rp 2.000. Jika menang, uang digunakan untuk makan bersama.

Hal itu seperti dikatakan Sobar Muji, Kepala Desa Karangpakis. “Kalau menang untuk makan-makan saja. Selain itu saya sangat menyesal telah berjudi,” aku Muji.

Kasubbag Humas Polres Kediri, AKP Indono Heroe Joedo mengatakan, kelimanya langsung ditetapkan sebagai tersangka. “Siapapun jika melanggar hukum harus ditindak tegas. Semua dijerat pasal 303 KUHP tentang perjudian, dengan ancaman maksimal 10 tahun penjara,” tegasnya. (ag)

 

Blow up

 

Harus Ada Sanksi Tegas

Ketua Komisi A DPRD Kabupaten Kediri Edy Suprapto yang juga mantan Kepala Desa (Kades) Wonorejo Kecamatan Wates meminta pihak kepolisian tetap mengungkap penyakit masyarakat berupa perjudian tersebut yang dirasa masih marak di Kabupaten Kediri.

“Saya sangat prihatin dengan masih suburnya perjudian, terlebih baru saja ada tiga aparat desa yang ikut tertangkap. Saya berharap Kapolres Kediri beserta jajarannya mampu membongkar dan menangkap para pejudi dan tidak pandang bulu,” katanya saat dihubungi Koran Memo, Selasa (4/11) sore.

Ditambahkan, penerapan sanksi juga diharap tidak pandang bulu dan berlaku adil. “Siapa saja yang tertangkap dan terbukti berjudi, tetap dihukum sesuai dengan aturan yang berlaku. Tidak ada yang perlu diistimewakan dan tetap perlu ada sanksi tegas. Bukannya apa, ini agar menjadi pembelajaran bagi semua pihak agar tidak melakukan kegiatan tersebut,” pungkasnya. (ag)