2 Bulan Buron, Polisi Tangkap 2 Pengedar Sabu di Kota Santri

Jombang, koranmemo.com – Satuan Reserse Narkoba Polres Jombang kembali meringkus 2 pemuda pengecer narkoba jenis sabu yang sudah menjadi Target Operasi (TO) polisi selama 2 bulan terakhir di Kota Santri.

Menurut Kasat Resnarkoba Polres Jombang, AKP Mochamad Mukid, kedua pengedar ini berhasil diamankan pada hari Jumat (29/11) sekitar pukul 20.50 WIB, di rumah pelaku Bis alias Bisma (21) serabutan, warga Jalan Wahidin Sudirohusodo Desa Sengon Kecamatan Jombang.

“Tak berselang lama, kita juga berhasil memancing rekan jaringannya di rumah pengedar Bis. Dan sekira pukul 21.43 WIB, akhirnya menangkap Ger alias Giral (24), pengangguran asal  Kelurahan Jelakombo Kecamatan Jombang. Kedua tersangka ini memang sudah menjadi incaran kita kurun waktu 2 bulan,” kata AKP Mukid kepada wartawan, Senin (2/12) siang.

Setelah mendapatkan informasi bahwa di rumah tersangka Bisma sering melakukan transaksi narkoba golongan 1 ini, polisi melakukan penyamaran sebagai pembeli, hingga akhirnya dapat tertangkap.

“Dari tangan tersangka Bisma telah tertangkap terlebih dahulu, kita mengamankan barang bukti berupa, bekas bungkus rokok yang berisikan 2 plastik klip diduga bekas bungkus sabu masing-masing berat kotor 0,20 gram,  sebuah tutup botol yang terdapat 2 lubang, sebuah korek api gas, sebuah tepak berisikan 1 buah pipet kaca yang diduga terdapat sisa sabu berat kotor 1,20 gram, 2 buah potongan sedotan (skrop), 1 buah jarum pentul, dan 1 unit handphone sebagai sarana transaksi,” rincinya.

Kasat Narkoba menambahkan, dari tangkapan tersangka Ger, anggota mengamankan barang bukti berupa, sabu satu plastik klip sabu berat kotor 0,34 gram berat bersihnya 0,15 gram, (satu) plastik klip sabu berat kotor 0,38 gram berat bersihnya 0,19 gram,  satu plastik klip sabu berat kotor 0,30 gram berat bersihnya 0,11 gram, satu plastik klip sabu berat kotor 0,26 gram berat bersihnya 0,07 gram, satu pak plastik klip kosong, satu sedotan sebagai skrop, satu unit timbangan elektrik dan satu unit HP XIOMI warna biru.

“Hasil  interogasi, barang ini didapatkan dari pengedar asal luar kota di Pasuruan dengan memakai sistem ranjau. Dari hasil penjualan ini dibuat ini dipakai untuk kebutuhan sehari-hari dan bersenang-senang. Atas perbuatannya, keduanya kita kenakan Pasal 114 ayat (1) yo Pasal 112 ayat (1) dan pasal 127 ayat (1) UURI no.35 tahun 2009 tentang Narkotika, dengan ancaman hukuman penjara paling lama 20 tahun,” pungkas Mukid.

Reporter : Taufiqur Rachman

Editor Achmad Saichu

 

Follow Untuk Berita Up to Date