180 Santri Temboro Asal Ngawi Rapid Test, 11 Orang Positif Covid-19

Ngawi, koranmemo.com – Pemerintah Kabupaten Ngawi telah melaksanakan tes cepat atau rapid test Covid-19 terhadap warga Ngawi yang pulang dari Ponpes Al Fatah Temboro Magetan. Hasil reaktif atau positif terus bertambah. “Dari 180 orang yang dirapid test, ada 11 dinyatakan reaktif,” kata Bupati Ngawi Budi Sulistyono, Jumat (24/4).

Petugas kemudian melanjutkan pengambilan sampel Swab terhadap 11 orang dengan hasil reaktif tersebut uji lab di Unair Surabaya. “Hari ini (kemarin,red) sudah ditindaklajuti dengan pengambilan swab untuk dikirim ke lab Surabaya,” ujarnya.

Bupati meminta bagi yang dinyatakan reaktif untuk melakukan isolasi mandiri dengan pengawasan petugas. Dan keluarga lainnya untuk menempati tempat terpisah untuk memutus matarantai penyebaran Covid-19.

Seperti salah satu keluarga yang dinyatakan reaktif di Desa Babadan Kecamatan Paron. Terdiri dari ibu, anak dan pembantunya. Sedangkan bapaknya negatif.

“Maka untuk bapaknya akan diisolasi di tempat lain dan untuk ibunya diisolasi di rumah sendiri berikut anak dan pembantunya,” ungkapnya.

Apabila hasil pemeriksaan lanjutan nanti, pasien tidak ada perkembangan maka akan dilakukan isolasi di rumah sakit. Namun, bupati berharap hasil Swab negatif.

“Mudah-mudahan ketika swabnya juga positif tidak ada gejala sakit maka dikatakan kelompok OTG, yang tidak boleh kemana-mana sampai 14 hari hingga dikatakan negatif,” ungkap politisi PDIP ini.

Pihaknya berharap, ada transparansi data jumlah santri Temboro di setiap daerah. Dan perlunya dilakukan pemeriksaan kesehatan secara detail bagi santri. Sehingga yang diperbolehkan keluar ponpes hanya bagi santri dinyatakan negatif.

“Semestinya begitu dan saat ini kita masih koordinasi dengan Pemkab Magetan,” tambahnya seraya mengaku belum mengetahui pasti jumlah santri Temboro keseluruhan di wilayahnya.

Reporter Andika Abdilah/Juremi

Editor Achmad Saichu