173 Nyawa Melayang di Jalan Raya

Tulungagung, koranmemo.com – Banyaknya penambahan kendaraan baik roda empat dan dua menyebabkan banyak kemancetan di mana-mana. Karena tidak ada penambahan jalan raya paling banter hanya pelebaran. Itu pun hanya di beberapa titik utama jalur provinsi. Selama tahun 2018, sebanyak 173 orang meninggal di jalan raya kerena terlibat kecelakaan.

Selain kasus kecelekaan lalu lintas, sedereten pengungkapan kasus kriminalitas sepanjang tahun 2018 yang paling menarik dan menjadi perhatian publik adalah kasus ujaran kebencian melalui akun media sosial (medsos) facebook “Pujiati” yang paling sensasional.

“Yang paling membuat kami terkesan yakni keberhasilan mengungkap kasus ujaran kebencian dengan nama akun facebook Pujiati,” kata Kapolres Tulungagung AKBP Tofik Sukendar di sela-sela konferensi pers pada (31/12/2018) malam.

Diktakan, kasus ujaran kebencian ini cukup sensasional di sepanjang 2018. Karena untuk mengungkap kasus tersebut dibutuhkan kejelian dan momen yang tepat. Bahkan untuk mengumpulkan bahan keterangan yang lebih, petugas terkesan membiarkan pengelola akun tersebut menghujat dan memfitnah para pejabat di lingkup Pemkab Tulungagung.

“Saat bukti-bukti cukup kuat, baru tersangka kami amankan,” katanya.

Dikatakan, menariknya setelah dilakukan pengembangan penyidikan ternyata pengelola akun tersebut tidak bergerak sendiri, melainkan melibatkan banyak orang yang berperan sebagai pemasok data. Bahkan, saat ini ada tujuh orang yang diperiksa secara intens.

“Dalam kasus ini tidak menutup kemungkinan memunculkan tersangka baru,” tutrnya.

Selain kasus ujaran kebencian lanjut Tofik, setidaknya ada sembilan kasus lain yang menonjol di sepanjang 2018. Diantaranya, pengungkapan kasus pencurian bermodus tembak ban kepada nasabah Bank Mandiri, kasus korupsi Dana Desa/Anggaran Dana Desa, kasus pengeroyokan hingga mengakibatkan korbannya tewas di area persawahan, kasus pembantaian terhadap pasutri di Desa Bangoan, kasus perampokan di rumah hingga korbannya tewas, penangkapan spesialis pencuri hewan, kasus pengeroyokan dan pengrusakan rumah di Kecamatan Bandung, kasus pengungkapan uang palsu, dan pengungkapan kasus spesialis pembobol rumah kosong.

“Dari 468 kasus yang ditangani, 287 kasus berhasil diungkap atau sebesar 61 persen. Jika dibandingkan dengan tahun 2017 yakni 788 kasus, maka pada 2018 mengalami penurunan mencapai 40 persen,” imbuhnya.

Tofik mengklaim, penurunan jumlah kasus tersebut disebabkan karena intensnya pendekatan yang dilakukan kepada seluruh eleman masyarakat. Upaya ini cukup efektif karena terbukti bisa menekan jumlah kriminalitas.

“Program kegiatan agamis atau ayo jaga kamtibmas dengan humanis terus digalakkan hingga ke pelosok-pelosok,” terangnya.

Sedangkan dari Satuan Reserse Narkoba (Satreskoba), di sepanjang 2018 telah berhasil mengungkap 148 kasus peredaran miras dan narkoba di wilayah hukum Polres Tulungagung. Dibandingkan dengan tahun 2017, jumlah tersebut mengalami kenaikan sebanyak 11 persen atau 17 kasus. Dari jumlah tersebut, polisi berhasil mengamankan 164 tersangka (139 pria, 25 perempuan) yang menjalani proses hukum selanjutnya.

Dari 164 tersangka, polisi berhasil mengamankan 1 gram ganja, 100,2 gram sabu, 46.803 butir pil dobel L, 313 pil setelan berbagai merek, 40 pak kosmetik ilegal dan 99 lembar obat keras berbahaya berbagai merk.

“Kalau pengungkapan kasus peredaran miras sepanjang 2018 sebanyak 64 kasus, jika tahun sebelumnya mencapai 83 kasus,” ucapnya.

Ditegaskan, pada 2019 pihaknya menyatakan perang terhadap peredaran narkoba dan miras. Sebab, dua barang haram tersebut merupakan embrio dari segala bentuk tindakan kriminalitas.

“Jika seseorang terpengaruh narkoba dan miras, mereka lebih agresif dan bertindak diluar kewajaran,” jelasnya.

Ditambahkan, dari Satuan Lalulintas pada 2018 terjadi 924 lakalantas yang mengakibatkan korban meninggal dunia sebanyak 173 orang, luka berat 13 orang, dan luka ringan 1.629 orang. Adapun dari segi jumlah pelanggaran, selama 2018 terdapat 22.591 pelanggaran dan 4.437 teguran.

“Dibandingkan 2017, terjadi kenaikan sebanyak 2,28 persen atau 21 kejadian,” jelasnya.

Reporter Yoppy Sandra Wijaya

Editor Achmad Saichu

Follow Untuk Berita Up to Date