Update Covid-19 di Kediri, per 22 Juli 2020 Tambah 8 Kasus

Share this :

Kediri, koranmemo.com – Terdapat 8 tambahan kasus terkonfirmasi positif Covid-19 di Kabupaten Kediri. Hal tersebut disampaikan juru bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kab Kediri dr Ahmad Chotib dalam rilisnya Rabu (22/7).

Dikatakan, tambahan 8 kasus itu terdiri dari 2 Klaster Surabaya yakni 1 orang warga Desa Payaman Kecamatan Plemahan, isolasi mandiri
dan 1 orang warga Desa Sumberjo Kecamatan Purwoasri, isolasi mandiri,
1 Klaster Pasuruan yakni 1 orang warga Desa Mejono Kecamatan Plemahan, isolasi mandiri, 1 Klaster Desa Pesing yakni 1 orang warga Desa Pesing Kecamatan Purwoasri, isolasi mandiri, 1 Klaster Desa Mlati yakni 1 orang warga Desa Mlati Kecamatan Mojo, isolasi mandiri serta 3 Klaster Baru yakni 1 orang warga Desa Semambung Kecamatan Kayen Kidul, isolasi mandiri kemudian 1 orang warga Desa Pojok Kecamatan Wates, isolasi mandiri dan 1 orang warga Desa Medowo Kecamatan Kandangan, dirawat di RSKK.

Ditambahkan, sementara itu 25 pasien terkonfirmasi positif Covid-19 telah dinyatakan sembuh, yaitu:
1 Klaster Malaysia
– 1 orang warga Desa Puhjarak Kecamatan Plemahan
3 Klaster Maspion Sidoarjo
– 2 orang warga Desa Langenharjo Kecamatan Plemahan
– 1 orang warga Desa Kuwik Kecamatan Kunjang
7 Klaster Pabrik Rokok Mustika
– 1 orang warga Desa Rembang Kecamatan Ngadiluwih
– 1 orang warga Desa Mangunrejo Kecamatan Ngadiluwih
– 2 orang warga Desa Banggle Kecamatan Ngadiluwih
– 3 orang warga Desa Dukuh Kecamatan Ngadiluwih
6 Klaster Desa Ketawang
– 1 orang warga Desa Mojokerep Kecamatan Plemahan
– 4 orang warga Desa Ketawang Kecamatan Purwoasri
– 1 orang warga Desa Purwoasri Kecamatan Purwoasri
2 Klaster Desa Toyoresmi
– 2 orang warga Desa Toyoresmi Kecamatan Ngasem
1 Klaster Jakarta
– 1 orang warga Desa Jabang Kecamatan Kras
1 Klaster Araya Tulungagung
– 1 orang warga Desa Surat Kecamatan Mojo
2 Klaster Desa Padangan
– 2 orang warga Desa Padangan Kecamatan Kayen Kidul
1 Klaster Desa Kedak
– 1 orang warga Desa Kedak Kecamatan Semen
1 Klaster Desa Pace Nganjuk
– 1 orang warga Desa Sonorejo Kecamatan Grogol

Dikatakan, dengan tambahan 8 kasus, rincian klaster kasus terkonfirmasi positif Covid-19 di Kabupaten Kediri adalah sebagai berikut:
1. Klaster Araya Tulungagung : 26 orang
2. Klaster Jakarta : 4 orang
3. Klaster Kalimantan : 1 orang
4. Klaster Halmahera : 1 orang
5. Klaster Maspion Sidoarjo : 9 orang
6. Klaster Sampoerna : 1 orang
7. Klaster Pelatihan Haji : 5 orang
8. Klaster Pabrik Rokok Mustika : 55 orang
9. Klaster Pondok Pesantren Temboro : 8 orang
10. Klaster Surabaya : 27 orang
11. Klaster Gresik : 1 orang
12. Klaster Sidoarjo : 11 orang
13. Klaster Papua : 1 orang
14. Klaster Pasuruan : 6 orang
15. Klaster Kudus : 1 orang
16. Klaster Malaysia : 2 orang
17. Klaster Persekutuan Doa Kota Kediri : 9 orang
18. Klaster Desa Ngadiluwih : 2 orang
19. Klaster Desa Kwadungan : 4 orang
20. Klaster Desa Kambingan : 5 orang
21. Klaster Desa Toyoresmi : 5 orang
22. Klaster Desa Bobang : 3 orang
23. Klaster Desa Kedawung : 3 orang
24. Klaster Desa Kedak : 29 orang
25. Klaster Desa Sidorejo : 2 orang
26. Klaster Desa Sumberbendo : 3 orang
27. Klaster Desa Padangan : 4 orang
28. Klaster Desa Gampeng : 4 orang
29. Klaster Desa Ketawang : 11 orang
30. Klaster Desa Woromarto : 7 orang
31. Klaster Desa Ngasem : 5 orang
32. Klaster Desa Paron : 4 orang
33. Klaster Desa Bendo : 2 orang
34. Klaster Desa Tertek : 5 orang
35. Klaster Desa Pesing : 2 orang
36. Klaster Desa Mlati : 3 orang
37. Klaster Pace Nganjuk : 12 orang
38. Klaster Pasar Pahing : 2 orang
39. Klaster Baru : 50 orang.

Dengan demikian, lanjutnya, saat ini terdapat 335 kasus positif Covid-19 di Kabupaten Kediri, dengan rincian 147 orang dirawat, 171 orang sembuh dan 17 orang meninggal dunia.

“Hingga saat ini masih terjadi penambahan kasus terkonfirmasi positif Covid-19. Oleh karena itu kembali kami sampaikan kepada masyarakat untuk disiplin menerapkan protokol kesehatan. Selalu jaga jarak, sering cuci tangan pakai sabun dengan air mengalir, dan wajib menggunakan masker saat beraktivitas. Tiga hal ini harus dilakukan dengan penuh kesadaran dan berkelanjutan, demi kesehatan dan keselamatan kita bersama,” katanya.

Editor Achmad Saichu