12 Tahun Tekuni Kerajinan Marakas, Kini Sudah Ekspor ke Brunai Darusalam

Blitar, koranmemo.comUsaha kerajinan marakas atau alat musik sejenis perkusi,ditekuni oleh Darsono (41) warga Kelurahan Tanggung, Kecamatan Kepanjenkidul, Kota Blitar, sejak 12 tahun lalu. Buah ketekunan ini membuat dirinya berhasil mengekspor hingga ke Brunai Darusalam.

Saat ditemui dibrumahnya, Darsono terlihat memainkan marakas karyanya. Kedua tangannya secara bergantian mengayun-ayunkan alat musik berbahan kayu yang berbentuk lonjong. “Ini isinya manik-manik dari plastik, biar tidak mudah hancur,” katanya.

Darsono merupakan satu dari beberapa perajin marakas di Kelurahan Tanggung. Pria berperawakan kecil ini mulai menekuni usaha membuat kerajinan marakas akhir sejak 2006.

Awalnya, Darsoni belajar cara membuat marakas dari tetangga. Lalu, Darsono mempraktikkan sendiri di rumah. Ketika masih merintis, Darsono mengerjakan sendiri semua pembuatan marakas. Mulai membubut kayu, mengecat, dan mengisi manik-manik ke dalam alat musik dikerjakan sendiri.

Tak hanya itu, Darsono juga memasarkan sendiri kerajinan markakas dengan cara keliling ke toko-toko souvenir.  “Ketika masih babat, semua saya kerjakan sediri. Mulai produksi sampai pemasarannya,” ujarnya.

Secara perlahan, usaha kerajinan markakas miliknya mulai berkembang. Pesanan demi pesanan datang mengalir.

Darsono mulai kewalahan melayani pesanan marakas. Dia mencari pekerja untuk membantu memproduksi marakas.

Sekarang ada tiga pekerja yang membantu Darsono memproduksi marakas. Para pekerja ini bertugas membubut kayu dan mengecat.

Darsono hanya bagian finishing dan mengecek kualitas bunyi marakas.Dalam sebulan, Darsono rata-rata harus memproduksi 8.000 unit marakas.

“Produksi itu untuk melayani pesanan dalam kota dan sebagian untuk diekspor ke Brunei Darussalam. Untuk ekspor, sudah ada pengepulnya,” katanya.

Kerajinan marakas karya Darsono tidak satu jenis saja. Dia membuat marakas dengan bermacam model mulai berbentuk bola, telur, hingga labu.

Dirinya juga menghias marakas dengan cat warna warni untuk menambah kesan indah pada alat musik itu.Darsono mengaku juga ketiban rezeki saat ada perhelatan Asian Games 2018 di Indonesia.

Dia mendapat pesanan marakas sebanyak 50.000 unit dari seorang distributor.  Distributor itu hendak menjual marakas karyanya ketika Asian Games berlangsung. Dia  menyanggupi pesanan marakas dari seorang distributor itu.

Bahkan dia mulai mengerjakan pesanan marakas untuk Asian Games pada Juni 2018.  “Itu merupakan pesanan paling banyak selama saya menjadi perajin marakas,” katanya

Reporter: Arief Juli Prabowo
Editor Achmad Saichu

Follow Untuk Berita Up to Date