12 Siswa SDN Tempurejo Diduga Keracunan Coklat 

Share this :

Kediri, Koranmemo.com-Belasan siswa di Sekolah Dasar Negeri (SDN) Tempurejo 1 tiba-tiba merasakan mual dan muntah-muntah. Diduga, mereka keracunan makanan coklat yang dibawa oleh salah satu teman hadiah dari pamannya yang berada di luar negeri, Senin (16/10).

Informasi yang dihimpun Koranmemo.com, kejadian itu berawal dari salah satu teman siswa bernama Cantika membawa coklat dari pamannya. Coklat hadiah untuk hajatan keluarga itu dibawa ke sekolah untuk dibagikan kepada teman-temannya yang masih duduk di kelas 4 SD. Sebanyak 12 siswa termasuk Cantika akhirnya harus dilarikan ke Puskesmas Ngletih Kecamatan Pesantren Kota Kediri karena mengalami mual-mual hingga muntah.

Erga Erik Subagya (10) salah satu siswa yang mengalami keracunan mengatakan, pertama makan coklat itu rasanya pahit dan tidak berselang lama langsung merasakan pusing, mual lalu muntah-muntah.

Erga juga sempat menanyakan kepada teman yang membawa coklat tersebut karena rasanya aneh. “Saya tanya kok rasanya sangat pahit, tapi katanya itu coklat rasa kopi jadi memang pahit. Katanya juga itu coklat yang dibawa saudaranya dari luar negeri jadi rasanya tidak seperti coklat di sini,” ujarnya

Menurut Erga coklat yang dibawa berbentuk kotak dan lebar itu terdapat tulisan 80% Cocoa di atas bungkus warna coklat dengan hiasan warna putih. Dia dan 12 temannya termasuk Cantika ikut memakan coklat tersebut. Namun, ada beberapa temannya yang tidak makan coklat itu tidak mengalami pusing dan mual-mual.

“Kita makannya waktu jam istirahat. Tidak semua satu kelas makan cuma anak 12 saja yang makan dan semuanya langsung mual sama muntah sama kayak saya,” kata Erga.

Selain Erga ada Cristian Ragil yang masih dirawat di Puskesmas Ngletih hingga sore pukul 17.00 wib. Namun, Erga bisa langsung dibawa pulang pada sore itu karena kondisi tubuhnya sudah normal. Sedangkan, Cristian masih dirawat di ruang inap Puskesmas Ngletih karena belum bisa muntah.

“Kalau teman-temannya bisa muntah semua. Tapi anak saya ini tidak bisa muntah dan badannya masih lemas,” ujar Zubaidah ibu Cristian yang menemani anaknya di ruang Puskesmas

Kanit Reskrim Polsek Pesantren AKP Panggayun membenarkan kejadian tersebut. Menurutnya, dari 12 siswa itu tinggal 1 siswa yang harus dirawat di Puskesmas Ngletih karena kondisi tubuhnya masih lemas.

Sedangkan, teman-teman lainnya hanya dengan diberi obat langsung boleh pulang. Sementara, coklat yang diduga sebagai penyebab keracunan tersebut langsung dibawa ke lab untuk diteliti kandungannya.

“Dugaan sementara memang karena coklat itu, karena setelah makan coklat itu langsung mual dan muntah-muntah. Coklat itu langsung kami kirim ke Dinas Kesehatan Kota Kediri untuk di lab kan,” ujarnya.

Reporter: Zayyin Multazam

Editor: Achmad Saichu

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.