100 Orang Saksi Diperiksa

Kasus Dimas Kanjeng Gentong

Trenggalek, koranmemo.com – Meski Hasan Hasani alias Ida Bagus Hasan Suardika (55) atau Dimas Kanjeng Gentong otak kasus penipuan dan penggelapan dengan modus penggadaan uang diwilayah Watulimo sudah ditangkap bersama dua rekannya, yakni Ahmad Hisan (34)dan Suminto(45). Namun pengembangan kasus serta penyidikan termasuk pemeriksaan terhadap saksi-saksi terus dilakukan Satreskrim Polres Trenggalek.

Kasus tersebut sempat menghebohkan masyarakat Kabupaten Trenggalek, pasalnya sebanyak 209 orang lebih yang menjadi korban penipuan dengan jumlah kerugian mencapai Rp 10 miliar. Saat ini petugas menghadirkan 100 orang saksi untuk diperiksa.

Kapolres Trenggalek AKBP Donny Adityawarman melalui Kastreskrim AKP Sumi Andana ketika dikonfirmasi mengatakan, penyidikan kasus Dimas Kanjeng Gentong terus berlanjut. Selain memeriksa 100 orang saksi untuk dimintai keterangan, juga mengumpulkan berkas-berkas serta mencari aset lain milik pelaku.

“Saat ini petugas tengah memeriksa 100 orang saksi dan mengumpulkan data serta berkas-berkas Hansani (tersangka). Kami akan mengusut terus kasus penipuan penggandaan uang yang dilakukan Hasani sampai tuntas, termasuk pengembangan terhadap tersangka lain yang terlibat,’’ ’’ungkap Andana kepada Koran Memo, Jumat (16/12).

Dijelaskan Andana, seluruh hasil dari penipuan yang jumlahnya mencapai 10 miliar dari petani cengkeh selain untuk pribadi, juga untuk mendirikan sebuah Koperasi Fiktif. Koperasi tersebut untuk perputaran uang yang diambil dari Gentong ajaib yang disinyalir dapat menggandakan uang hingga berlipat-lipat.

“ Kini seluruh aset-aset yang dimiliki Hasani atau Dimas Kanjeng Gentong, seperti rumah, padepokan, Koperasi, mobil dan lainnya semua telah kami sita. Sekarang ini tersangka dan barang buktinya telah di amankan di Polres Trenggalek guna proses hukum lebih lanjut,’’jelasnya.

Ditambahkan Andana, trik penipuan dengan modus penggandaan uang yang dilakukan Dimas Kanjeng Gentong menghebohkan dan terbukti ratusan orang yang menjadi korbannya. Kemarin, Kamis (15/12) tambah satu orang korban lagi yang melapor ke Polres Trenggalek. Dia mengaku telah tertipu dengan menyetorkan uangnya sebanyak Rp 200 juta lebih. (pb/haz)

 

 

Follow Untuk Berita Up to Date