10 Pasangan ABG Terjaring Razia di Rumah Kost

Share this :

 

Pasangan muda-mudi yang terjaring razia saat di Kantor Satpol PP. (memo/deny)
Pasangan muda-mudi yang terjaring razia saat di Kantor Satpol PP. (memo/deny)

Tulungagung, Memo-Puluhan kost-kostan yang mayoritas dihuni baik laki-laki maupun perempuan di Kecamatan Tulungagung dan Kedungwaru dirazia Satpol PP, Jumat (13/6) pukul 04.00 WIB. Hasilnya cukup mencengangkan, sebanyak 10 pasangan penghuni kost adalah mayoritas umurnya masih belasan tahun atau Anak Baru Gede (ABG).

Razia tersebut dilakukan petugas untuk menciptakan suasana yang kondusif menjelang bulan suci Ramadan . Selain menjaring pasangan muda mudi, pemilik atau pengelola usaha kost-kostan juga diberi peringatan. Razia ini mengacu Perda No 7 tahun 2012 tentang ketertiban umum. Dan pengelola diminta untuk menunjukkan surat ijin dari badan pelayanan perizinan terpadu (BPPT).

“Selain penghuni, kita juga memberi peringatan terhadap pengelola kost kostan tersebut,” tutur Kasat Polisi Pamong Praja Johanes Bagus Kuncoro melalui Kasi Ops Dal Yulius R Isworo.

Dikatakan, dalam razia ini pasangan yang telah terjaring dipanggilkan salah satu keluarganya dan dibuatkan surat pernyataan agar tidak mengulangi perbuatannya serta diberikan pembinaan yang melibatkan MUI.

Ada tujug titik sasaran razia meliputi: Kelurahan Kutoanyar terdapat 4 kost- kostan, Kelurahan  Tretek 1 kost-kostan, timur Widya Tirta 1 kost-kostan, Plandaan belakang Pegadaian 1 kost-kosta, Kelurahan  Panggungrejo 1 kost-kosta dan terakhir selatan SMPN 4 Tulungagung.

“Razia dilakukan pada waktu jam tidur yakni sekitar pukul 04.00 WIB – 06.00 WIB dan ketika dilakukan pendataan ternyata ada yang menyewa 2 kamar namun ternyata kumpul 1 kamar dan juga ada yang 1 kamar yang dihuni 1 cewek, 2 cowok,” ujarnya.

Di kost – kostan daerah Ngemplak terdapat 1 pasangan Choirul Ashor (24) Dusun Wonorejo RT 3 / RW 1 Desa Wonorejo Kecamatan Sumbergempol Kabupaten Tulungagung bersama dengan Vivi Blezenky (20) Dusun Ngentrong RT 01 / RW 03 Kecamatan Campurdarat Kabupaten Tulungagung.

Mahrul Hadi Setiawan (19) Dusun Tumpuk Kambil RT 01 / RW 01 Desa Kresikan Kecamatan Tanggung Gunung Kabupaten Tulungagung dengan Ema Ratna Furi (18) Dusun Banyu Urip RT 01 / RW 03 Desa / Kecamatan Kalidawir Kabupaten Tulungagung  keduanya terjaring di kostan Kelurahan Kutoanyar dan juga keduanya masih berstatus pelajar disalah satu SMA di Tulungagung.

Ada yang menyewa satu kamar untuk bertiga Marjito (20) Blitar, Amru Isana Maulana (19) warga Jl Pahlawan Kedungawaru serta Vicky Nadya A (19) warga Desa Sembon Kecamatan Karangrejo Kabupaten Tulungagung. Dan juga ditemukan lagi Ropek Sugiarto (30) warga Kelurahan Kenayan Kecamatan/ Kabupaten Tulungagung, Riani Maulud Diah (27) warag Kelurahan Kepatihan Kecamatan / Kabupaten Tulungagung, Mustofa (27) warga Desa Ringinpitu Kecamatan Kedungwaru Kabupaten Tulungagung.

Karyono (53) Jl Ade Irma Suryani RT 02 / RW 02 Kelurahan Sembung Kecamatan / Kabupaten Tulungagung dengan Siti Nurjanah (54) dari Banyuwangi, Wiwin Purbawanti (24) warga Desa Bendorejo Kecamatan Pogalan dengan Adri Risdianto (47) warga Kelurahan Sentono Pande Kota Kediri, Agil Marida Sinta (19) warga  Kelurahan Banjaran Kota Kediri dengan Bekti (21) warga Desa Jatimulyo Kecamatan Kauman Kabupaten Tulungagung. Lailatul Khusna Fitri (19) warga Dusun Sumberbening Desa Wates Kabupaten Kediri dengan Neo Wicaksono (35) warga Dusun Tambak Desa Sawah Kabupaten Waru Sidoarjo.Irfan Nurhasan (23) warga Desa Tanggung Kecamatan Campurdarat Kabupaten Tulungagung dengan Wira Ayu Oktafiani (20) warga Desa Sobontoro Kecamatan Boyolangu Kabupaten Tulungagung.

Satpol PP juga menemukan pasangan nikah siri yaitu Puput Novita Sari (34) Desa Kendalbulur Kecamatan Boyolangu  Kabupaten Tulungagung dengan Markaban (45) Desa Wonodadi Blitar Kecamatan Wonodadi Kabupaten Blitar. (c-1/JB)