10 Lembaga Pendidikan di Kota Blitar Disiapkan Ikuti Uji Coba Pembelajaran Tatap Muka

Share this :

Blitar, koranmemo.com – Dinas Pendidikan Kota Blitar mulai bersiap diri jika sewaktu-waktu penerapan kegiatan belajar tatap muka diberlakukan. Dinas yang mengurusi masalah pendidikan ini akan menunjuk 10 lembaga atau sekolah untuk mengikuti uji coba tatap muka.

Hal itu diungkapkan Plt Kepala Dinas Pendidikan Kota Blitar Priyo Suhartono. Menurut Priyo bahwasanya sekolah yang nantinya bakal diuji coba harus memenuhi beberapa persyaratan. Salah satu yang paling utama adalah keberadaan sarana dan prasarana pencegahan Covid-19.

“Ada beberapa yang harus dipenuhi. Karena ini berkaitan dengan kesehatan para anak didik atau siswa ketika mengikuti kegiatan belajar mengajar,” kata Priyo.

Dijelaskan Priyo, saat ini ada sekitar 80 lebih sekolah atau lembaga. Terdiri dari SD hingga SMP. Lembaga itu tersebar di tiga kecamatan. Yakni Kecamatan Kepanjenkidul, Sukorejo dan Sananwetan. “Nah dari total sekitar 80 lembaga itu nantinya ditunjuk 10 lembaga baik lembaga negeri atau swasta,” katanya.

Priyo menambahkan, salah satu yang paling mendasar ketika sekolah uji coba diberlakukan tersedianya sarana protokol kesehatan. Seperti tersedianya tempat cuci tangan, kursi di dalam kelas diberlakukan jaga jarak, hingga pemberlakuan jadwal belajar. Nantinya, dinas juga terus koordinasi dengan pemkot Blitar. Termasuk di antaranya tim satgas pencegahan Covid-19.

Menurutnya, satu di antara SMP negeri yang siap pembelajaran tatap muka yakni SMP Negeri 7 Kota Blitar. Sedangkan sembilan sekolah lainnya masih proses pembahasan.

Diakui, sebenarnya beberapa waktu lalu, rekomendasi dari Pjs Wali Kota sudah turun. Tetapi selang sehari status Kota Blitar kembali masuk ke zona orange. “Ya ini sehingga pelaksanaan uji coba ditunda lagi. Rencananya kami akan uji coba akan dilakukan selama dua pekan,” tambahnya.

Saat ini, jumlah lembaga atau sekolah di Kota Blitar total ada 82. Dengan rincian 62 sekolah dasar atau SD baik negeri atau swasta. Sementara SMP ada 20 baik swasta ataupun negeri.

Reporter Abdul Aziz Wahyudi
Editor Achmad Saichu