Yayasan Bakal Cari Sebab Lain

Kediri, Koran Memo – Janji rektor yang akan menyelesaikan persoalan status non aktif Universitas Nusantara PGRI (UNP) sebelum seminggu disangsikan beberapa pihak. Pihak yayasan sendiri mengaku akan memantau perkembangan usaha rektor tersebut. Apabila belum juga terselesaikan, uyayasan akan turun meninjau penyebab non aktifnya kampus mereka. Apakah penyebabnya adalah tentang kesalahan data atau justru ada penyebab lain.

ILUSTRASI
ILUSTRASI

Prof Sugiono, Ketua Yayasan Pembina Lembaga Pendidikan Perguruan Tinggi PGRI (YPLP-PT PGRI) Kediri saat dikonfirmasi Koran Memo, Minggu (3/5) pagi mengatakan, apabila permasalahan tersebut tidak selesai sesuai janji yang disampaikan pihak rektor, yayasan akan turun mencari penyebabnya. Apakah benar penyebab non aktifnya status UNP akibat kesalahan data atau ada penyebab lain. “Kalau tidak selesai, kami (yayasan,red) akan turun mencari penyebabnya. Apa benar karena kesalahan data atau ada penyebab lain,” ujarnya.

Sugiono mengatakan, untuk sementara yayasan menyerahkan sepenuhnya kepada rektor untuk menyelesaikan persoalan tersebut. Rektor diminta untuk bisa menyelesaikan persoalan status UNP yang di-non aktifkan, sesuai janji yang diucapkan beberapa waktu lalu. “Sementara kami memasrahkan kepada rektor untuk menyelesaikannya,” imbuhnya.

Seperti diketahui, status UNP Kediri di-non aktifkan lantara jumlah rasio antara dosen dan mahasiswa tidak sesuai. Jumlah dosen tetap yang dimiliki UNP hanya sebanyak 284 orang, sedangkan jumlah mahasiswanya mencapai 16.700 orang. Harusnya perbandingan antara jumlah dosen dan mahasiswa adalah 1 dibanding 30 untuk program pendidikan (prodi) IPA dan 1 banding 40 untuk prodi IPS. Dari jumlah tersebut, setidaknya masih kurang 100 dosen lebih yang harus dimiliki oleh UNP.(kur)

Follow Untuk Berita Up to Date