Wooow !! Besi Bekas Disulap Jadi Pundi-pundi Rupiah

Lamongan, koranmemo.comPeluang bisnis tidak selalu membutuhkan modal puluhan bahkan ratusan juta rupiah. Setidaknya, dengan segudang keterampilan, apapun yang bernilai seni bakal bisa ditukarkan dengan rupiah.

Lantas bagaimana caranya, jika hanya mempunyai modal cupet (sedikit), namun mempunyai niat berpenghasilan puluhan juta rupiah, walau hanya bermodalkan barang rongsokan hingga disulap menjadi barang seni bernilai rupiah.Ngatmuin warga Desa Lembor Kecamatan Brondong Kabupaten Lamongan ini terbesit mengumpulkan barang rongsok (bekas) yang berasal dari besi. Meski begitu, keterampilannya di bidang teknik las rupanya bermanfaat. Dengan bermodalkan merakit besi, akhirnya membentuk sebuah miniatur menarik.

Ketika dijumpai, Ngatmuin mengaku jika upaya tersebut sudah dijalani satu tahun lebih. Setelah berhasil uji coba dengan merakit beberapa model motor, akhirnya, dia memutuskan untuk memproduksi miniatur dengan sati macam model yakni harley davidson.

Diceritakannya, bahwa sebelumnya dirinya juga mencoba membuat miniatur motor jenis RX King, lantaran tingkat kesulitannya tinggi akhirnya tidak dilanjutkan. Dalam memproduksi, dia hanya membuat miniatur harley dengan ukuran kecil dan besar.

Usahanya itu, rupanya memantik beberapa relasinya untuk memesan jerih payahnya tersebut dan menggantikannya dengan rupiah. Dikatakannya, untuk miniatur berukuran kecil dijualnya dengan harga Rp 200 ribu, sesangkan berukuran besar Rp 300 ribu.

Dari situ, informasi tersebut semakin meluas. Tak tanggung- tanggung, pesanan dari luar daerah pun juga berdatangan. “Alhamdulillah, yang pesan dari luar Lamongan juga banyak. Dalam mengerjakannya, untuk 1 miniatur saya membutuhkan 3 hari,” jelasnya kepada awak media.

Ditambahkannya, dalam merakit miniatur itu, biasanya membutuhkan beberapa bahan, diantaranya rantai kamrat sepeda motor, klaker bekas dan lainnya. Setelah rakitan rongsokan besi bekas itu hampir jadi, selanjutnya dilakukan proses pewarnaan miniatur harley davidson sesuai keinginan pemesan.

Reporter Fariz Fahyu

Editor Achmad Saichu

Follow Untuk Berita Up to Date