Wisata Sejarah dan Religi Perlu Digali

Nganjuk, koranmemo.com – Dari sekian banyak potensi wisata alam yang ada di Kabupaten Nganjuk, masih banyak yang perlu digali. Terlebih, banyak potensi wisata sejarah maupun religi yang sampai kini belum diketahui maupun dipahami, sehingga masyarakat maupun pemerintah harus bersinergi untuk meningkatkan potensi.

Hal itu disampaikan Kepala Dinas Pariwisata, Kepemudaan, Olahraga, dan Kebudayaan Kabupaten Nganjuk, Drs. Supiyanto MM., di sela-sela kegiatan pembekalan SDM Kepariwisataan terhadap para guru SMA/SMK sederajat di wilayahnya beberapa waktu lalu.”Kalau wisata sejarah itu butuh perhatian dari kita semua, karena itu kami melibatkan para guru untuk diberi pelatihan seputar SDM kepariwisataan, sehingga dapat menyampaikan kepada murid-muridnya perihal wisata sejarah di Nganjuk,” ungkapnya kepada Koranmemo.com.

Supiyanto berpendapat, wisata sejarah yang ada di Kabupaten Nganjuk sangat beragam dan bagus. Ia menyebut hal itu sebagai kearifan lokal yang perlu diajarkan ke sekolah-sekolah.

“Tapi faktanya sampai saat ini para siswa banyak yang belum mengetahui atau memahami. Bahkan para guru juga mungkin banyak yang belum mengetahui atau memahami wisata sejarah yang ada di Kabupaten Nganjuk ini,” jelasnya.

Pihaknya berharap setelah adanya pembekalan seputar kepariwisataan terhadap para guru, kunjungan wisata sejarah meningkat, termasuk wisata religi yang ada di Nganjuk yang juga dinilai memiliki potensi.

Supiyanto mencontohkan, wisata sejarah yang paling kuat sebenarnya adalah Candi Lor. Menurutnya, candi tersebut sebagai bukti sejarah berdirinya Kabupaten Nganjuk, sehingga masyarakat dari berbagai kalangan perlu untuk mengetahui sejarah dari candi ini.

“Candi Lor merupakan bukti sejarah berdirinya kabupaten nganjuk. Yang mana di Candi Lor dengan jaya stamba nya yang merupakan bukti sejarah berdirinya kabupaten nganjuk,” paparnya.

Adapun wisata sejarah yang lain, kata Supiyanto, adalah Candi Ngetos. Ia menilai sebenarnya candi tersebut sangat monumental bagi bangsa Indonesia, dan bagi warga Nganjuk juga.

“Karena makamnya Prabu Hayam Wuruk ada di sana, padahal ia merupakan raja terkenal pada saat itu. Tetapi anak-anak kita maupun masyarakat belum banyak yang memahaminya,” tuturnya.

Lebih lanjut,  disampaikan perlu adanya perhatian khusus pada pejuang-pejuang seperti dokter Soetomo maupun Jenderal Sudirman. Karena perjuangan-perjuangan mereka tidak lepas dari Kabupaten Nganjuk yang menjadi saksi sejarah perjuangan mereka.

“Termasuk pejuang-pejuang seperti dokter Sutomo, Jenderal Sudirman, itu juga perlu mendapat perhatian dari kita semua,” pungkasnya.

Reporter ; Andik Sukaca

Editor Achmad Saichu

Follow Untuk Berita Up to Date