Waspada Serangan DBD di Musim Kemarau

Trenggalek, koranmemo.com – Penyakit demam berdarah dengue (DBD) terus mengintai. Meskipun kecenderungan penyakit yang disebabkan nyamuk aedes aegypti banyak terjadi di musim hujan, namun tidak menutup kemungkinan penyakit DBD juga menjadi ancaman di musim kemarau. Masyarakat dihimbau untuk tetap waspada.

Rufianto, Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit, Dinas Kesehatan Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Kabupaten Trenggalek menyatakan, meskipun kecenderungan penyakit DBD banyak terjadi di musim hujan, namun masyarakat perlu mengantisipasi DBD di musim kemarau. “Meskipun dominan pada musim hujan, namun dalam kondisi seperti saat ini masyarakat tetap harus meningkatkan kewaspadaan,” jelasnya, Kamis (2/8).

Untuk itu, lanjut Rufianto, masyarakat perlu meningkatkan upaya untuk mengantisipasi terjadinya penyakit DBD. Semisal dengan meningkatkan kebersihan lingkungan sekitar serta beberapa upaya lainnya.

 “Pencegahan dan antisipasi harus dilakukan. Semisal pemberantasan sarang nyamuk (PSN) baik massal maupun individual. Kami tidak akan berjalan dengan maksimal tanpa kesadaran masyarakat itu sendiri. Termasuk memberikan larvasida itu secara berkala. Di 22 puskesmas di Kabupaten ada dan bisa diakses gratis,” imbuhnya.

Melalui berbagai upaya pencegahan dan peningkatan kewaspadaan masyarakat, penyakit DBD diharapkan dapat ditekan seminim mungkin. Dia menyebut, berdasarkan trend kasus penyakit DBD di Kabupaten Trenggalek dari tahun ke tahun cenderung menurun. “Ada empat strategi mulai dari penyuluhan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat hingga fogging. Alhamdulillah untuk kasus DBD di Kabupaten Trenggalek dari tahun ke tahun cenderung menurun,” kata Rufianto.

Sepanjang tahun 2016 hingga Juli 2018, berdasarkan grafik kasus DBD per puskesmas di Kabupaten Trenggalek menunjukkan penurunan kasus yang drastis. Titik terparah terjadi pada tahun 2016 yakni sebanyak 1.159 kasus. Ditahun 2016 ditengarai lantaran fenomena la nina sehingga terjadi hujan hampir sepanjang hari.

Sementara kasus DBD pada tahun 2017 turun drastis hampir tiga kali lipat yakni sebanyak 353 kasus. Kasus DBD di Kabupaten Trenggalek cenderung menurun hingga 120 kasus, yakni berdasarkan data mulai awal Januari hingga Juli 2018. “Meskipun trend DBD cenderung menurun, tapi harus tetap diwaspadai. Apalagi sebentar lagi juga akan memasuki musim penghujan,” pungkasnya.

Reporter Angga Prasetya

Editor Achmad Saichu

Follow Untuk Berita Up to Date