Warga Terdampak Waduk Bendo Tagih SHM,  Ancam Tolak Huni Rumah Resetlmen

Share this :

Ponorogo, koranmemo.com-Impian Pemkab Ponorogo untuk memboyong Puluhan Kepala Keluarga (KK) warga Desa Ngendeng Kecamatan Sawoo terdampak Waduk Bendo awal Januari ini tampaknya akan menemui hambatan. Pasalnya, 89 KK terdampak waduk ini menolak menempati rumah resetlemen (pengganti.red) yang dibangun Pemkab Ponorogo sejak September 2017 lalu.

Pasalnya, rumah tipe 45 dengan lahan seluas 200 meter  yang disiapkan Pemkab di lahan seluas 2,7 hektar itu, hingga kini belum mengantongi sertifikat.

Padahal sebelumnya, dalam surat kesepakatan antara Pemkab Ponorogo dan Paguyuban Warga Bendo Manunggal nomor: 02/BM/VII/2015 tertanggal 31 Agustus 2015, Pemkab Ponorogo menyetujui terbitnya SHM atas relokasi lahan milik 89 KK terdampak Waduk Bendo.

Anggota DPRD, Mursid Hidayat mengatakan, sesuai kesepakatan warga beberapa waktu lalu, warga terdampak Waduk Bendo tidak akan menempati rumah reseltemen hingga SHM yang dijanjikan Pemkab diberikan.

” Jadi belum bisa diterima, karena SHM yang dijanjikan juga belum terbit. Harusnya ada SHM dulu baru ditempati, bukan sebaliknya,” ujar perwakilan warga terdampak, Senin (1/1).

Diungkapkan, tak hanya sertifikat saja yang menjadi faktor warga enggan menempati hunian baru tersebut. Lahan pertanian yang dijanjikan Pemkab juga hingga kini belum siap, bahkan nilai taksiran ganti lahan terdampak oleh Pemkab juga jauh dari kesesuaian lahan yang terkena pembangunan.

” Jadi lahan pertanian yang dijanjikan sudah siap sampai sekarang belum siap, nilai taksiran ganti lahan juga jauh dari harga yang ditentukan warga. Jadi tolonglah Pemkab untuk mendengar dan merealisasi apa yang jadi keinginan warga ini, mereka ini mau- mau saja dipindah tapi tuntutanya tolonglah ditepati,” ungkapnya.

Diketahui sebelumnya, Pemkab Ponorogo sejak September 2017 lalu telah melakukan pembangunan 89 rumah resetlemen di lahan seluas 2,7 hektar dengan anggaran mencapai Rp 14,5 Miliar. Dijadwalkan rumah tipe 45 ini akan mulai ditempati oleh warga terdampak pada awal Januari 2018.

Reporter: Zainul Rohman
Editor: Achmad Saichu

 

Facebook Comments
Follow Us

Leave a Reply

Be the First to Comment!

Notify of
avatar
wpDiscuz