Warga Sering Kebanjiran Pemkot Surabaya “Tutup Mata”

Surabaya, koranmemo.com – Selalu kebanjiran saat musim hujan hingga air masuk rumah, kampung Kapas Madya RT.07/RW03 dan RT.07/RW.07, Kelurahan Kapas Madya Baru, Kecamatan Tambaksari, Surabaya minta kepada Pemkot Surabaya juga DPRD setempat untuk peninggian jalan dengan paving dan perbaikan saluran air.

Namun sayang permintaan warga kepada Wali Kota Surabaya dan DPRD Surabaya itu hingga kini tidak pernah mendapat respon. Padahal sudah bisa dipastikan

saat hujan deras akses jalan kampung Kapas Madya I-E, RT.07/RW.03, tergenang banjir dengan ketinggian volume air rata-rata mencapai 1 meter dari sisi utara, dan 40 cm ke sisi selatan.

Supeno, warga Kapas Madya I-E, RT. 07/RW.03 membenarkan, kampung ini selokan tak mengalir, maka airnya tersumbat dan antara selokan dengan jalan kampung tersebut rata. “Dari situlah setiap hujan deras selalu banjir menggenangi rumah saya dan rumah warga juga,” tandasnya Kamis (4/1).

Untuk itu warga berharap agar wakil rakyat di DPRD  kota dan dinas terkait di Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya segera membantu warganya. “Kita berharap bisa realisasi bantuan peninggian paving dan box culvert dikampung sini,” cetusnya.

Hal senada juga disampaikan, Lamidi selaku staf RW.07, yang bertempat tinggal di Kapas Madya 1-B. Dikatakan, warga RT. 07/RW.03 dan RT.07/RW.07 berharap agar  anggota DPRD kota juga dan Pemkot Surabaya segera merespon keluhan tersebut. “Kami meinginkan untuk segera terealisasi  peninggian paving serta box culvert,” ujarnya.

Ketua RT.03/RW.07 Kapas Madya 1-E Sur An’anantono menjelaskan, kampung sini  sering banjir hingga air masuk rumah warga. “Pada saat rapat musrenbang kami selaku Ketua RT atas nama warga selalu menyampaikan untuk segera dibangunkan realisasi peninggian paving dan box culvert, bahkan juga sebelumnya sudah kami layangkan surat pengajuan ke DPRD Kota Surabaya tapi belum juga terealisasi,” kata Sur An Anantono.

Di tempat yang sama Sukaery T. Efendi Ketua RW.03 Kapas Madya Surabaya memaparkan, memang dataran lebih rendah dan fisik pembangunan letak covernya kurang memadai sehingga bisa dipastikan setiap hujan deras tergenang banjir.

“Kita setiap mengajukan peninggian paving dan box culvert, pihak Kantor Kelurahan Kapas Madya Baru dan Kecamatan Tambaksari Surabaya tidak merespon tentang hal ini,” singkatnya.

Sementara ditempat terpisah, saat dikonfirmasi Camat Tambaksari Surabaya Drs. Ridwan Mubarun, M.Si menjelaskan,  untuk usulan-usulan tentang peninggian paving dan box culvert itu bisa dilihat atau mengakses hasil datanya melalui E-musrenbang. “Nah dari situ terlihat muncul entery,” jelasnya, Kamis, (04/01/2018), sekitar pukul 11:07, Siang.

Dikatakan, jadi sekarang pengusulan-pengusulan berupa sistem pembangunan fisik itu dikerjakan melalui internet di enterykan langsung, sebab nantinya data sesudah masuk ke dalam E-musrenbang tersebut muncul, lalu mengetahui dari datanya itu barulah memberlakukannya dibahas.

“Saya yakin setiap usulan-usulan itu akan pasti disetujui, secara untuk pengajuan Musrenbang yang terpenting lokasi yang diusulkannya tidak bermasalah pasti akan dikerjakan oleh Pemerintah Kota,” pungkasnya.

Reporter : Agus/M.Fauzi

Editor: Achmad Saichu

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.