Warga Sering Kebanjiran, Ini Jawaban Lurah Kapas Madya Baru…

Surabaya,koranmemo.com –Lurah Kapas Madya Baru Surabaya, Siswono, S.H, justru menyalahkan   ketua RT 07/RW 03 dan ketua RT 07/RW 07, terkait warga Kampung Kapas Madya Baru, Kecamatan Tambaksari, Surabaya yang sering kebanjiran saat musim hujan.

Permintaan warga kepada Pemkot Surabaya untuk peninggian jalan dengan paving dan perbaikan saluran air tak digubris.

“Ketua RT 07 dan ketua RW 03 Kapas Madya, yang tidak pernah datang hadir ke kantor kelurahan untuk menyampaikan uneg-uneg warga.

Dikatakan, rencananya Januari 2018 ini akan ada undangan pembahasan musrenbanh. “Tapi untuk hari, tanggal dan tepatnya saya belum tahu, nanti kalian-kalian akan saya beri kabar undangan rapat dengan kaitannya pembahasan Musrenbang. Dan semua ketua Rt, Rw, dan warga akan mendapatkan undangan rapat Musrenbang, dari situ kalian bisa mengusulkan tentang peninggian paving dan pemasangan saluran selokan box culvert tersebut,” tandasnya.

Seperti diberitakan sebelumnya warga RT 07/RW 03 dan RT 07/RW 07 Kampung Kapas Madya Baru, Kecamatan Tambaksari, Surabaya mengeluh selalu kebanjiran saat musim hujan seperti ini.

Mereka mengusulkan untuk peninggian jalan dan perbaikan saluran air. Namun sayang permintaan warga kepada Wali Kota Surabaya dan DPRD Surabaya itu hingga kini tidak pernah mendapat respon. Padahal sudah bisa dipastikan

saat hujan deras akses jalan kampung Kapas Madya I-E, RT.07/RW.03, tergenang banjir dengan ketinggian volume air rata-rata mencapai 1 meter dari sisi utara, dan 40 cm ke sisi selatan.

Supeno, warga Kapas Madya I-E, RT. 07/RW.03 membenarkan, kampung ini selokan tak mengalir, maka airnya tersumbat dan antara selokan dengan jalan kampung tersebut rata. “Dari situlah setiap hujan deras selalu banjir menggenangi rumah saya dan rumah warga juga,” tandasnya Kamis (4/1).

Untuk itu warga berharap agar wakil rakyat di DPRD  kota dan dinas terkait di Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya segera membantu warganya. “Kita berharap bisa realisasi bantuan peninggian paving dan box culvert dikampung sini,” cetusnya.

Ketua RT.03/RW.07 Kapas Madya 1-E Sur An’anantono menjelaskan, kampung sini sering banjir hingga air masuk rumah warga. “Pada saat rapat musrenbang kami selaku Ketua RT atas nama warga selalu menyampaikan untuk segera dibangunkan realisasi peninggian paving dan box culvert, bahkan juga sebelumnya sudah kami layangkan surat pengajuan ke DPRD Kota Surabaya tapi belum juga terealisasi,” katanya.

Di tempat yang sama Sukaery T. Efendi Ketua RW.03 Kapas Madya Surabaya memaparkan, memang dataran di sini lebih rendah dan fisik pembangunan letak covernya kurang memadai sehingga bisa dipastikan setiap hujan deras tergenang banjir.

“Kita setiap mengajukan peninggian paving dan box culvert, pihak Kantor Kelurahan Kapas Madya Baru dan Kecamatan Tambaksari Surabaya tidak merespon,” singkatnya.

Sementara ditempat terpisah, saat dikonfirmasi Camat Tambaksari Surabaya Drs. Ridwan Mubarun, M.Si menjelaskan, untuk usulan-usulan tentang peninggian paving dan box culvert itu bisa dilihat atau mengakses hasil datanya melalui E-musrenbang. “Nah dari situ terlihat muncul entery,” jelasnya, Kamis, (04/01/2018).

Dikatakan, jadi sekarang pengusulan-pengusulan berupa sistem pembangunan fisik itu dikerjakan melalui internet di enterykan langsung, sebab nantinya data sesudah masuk ke dalam E-musrenbang tersebut muncul, lalu mengetahui dari datanya itu barulah memberlakukannya dibahas.

“Saya yakin setiap usulan-usulan itu akan pasti disetujui, secara untuk pengajuan Musrenbang yang terpenting lokasi yang diusulkannya tidak bermasalah pasti akan dikerjakan oleh Pemerintah Kota,” pungkasnya.

 

Reporter : Agus/M.Fauzi

Editor: Achmad Saichu

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.