Warga Makan Karak, Dewan Upayakan Percepat Izin Gunung Gamping

Share this :

Ponorogo, koranmemo.com – Ironisnya nasib sejumlah penambang tradisional, pasca penutupan kawasan tambang Gunung Gamping Kecamatan Sampung oleh Pemkab Ponorogo, mengundang perhatian serius anggota DPRD Ponorogo.

Tak hanya meminta kesabaran warga, kalangan legislatif Ponorogo ini pun langsung mengoptimalkan perannya di parlemen untuk mempercepat penerbita Izin Usaha Pertambangan Oprsional Produksi (IUP-OP) PD Sari Gunung.

tercatat, sejumlah legislator Kabupaten Ponorogo ini sejak akhir November lalu terus melakukan koordinasi secara intens dengan pihak Dinas Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) Pemprov Jatim.

Wakil rakyat Ponorogo ini pun mendesak ESDM Jatim untuk memprioritaskan penerbitan izin aktifitas tambang gunung gamping, mengingat dampak penutupan itu membuat ratusan penambang tradisional menderita.

Sekertaris Fraksi Demokrat DPRD Ponorogo,  Sugianto mengatakan, dari hasil kordinasi dengan pihak ESDM Jatim, menjanjikan penerbitan izin segera dilakukan. Namun ia tidak bisa menetukan kapan tepatnya IUP-OP seluas 25 hektar itu akan terbit.” Secepatnya, kita tunggu mekanisme yang berjalan. Ini sudah jadi prioritas mereka untuk segera ditertibkan,” ujarnya,  Kamis (7/12).

Sugianto berharap warga saat ini diminta bersabar. Ia mengimbau agar para penambang tradisional batu kapur untuk mencari alternatif pekerjaan lain sementara waktu. Sambil menunggu izin tambang terbit.

“Kita tunggu saja. Saya harap warga mau bersabar dan mencari pekerjaan lain sementara ini, agar ekonominya terus berjalan,” ungkapnya.

Diketahui sebelumnya, sejak ditutup Pemkab dua bulan lalu. Ekonomi penambang tradisional Gunung Gamping kian memburuk. Bahkan sebagian warga memilih mmakan karak (nasi aking, red) lantaran tak memiliki cukup uang untuk membeli beras.

Reporter: Zainul Rohman

Editor: Achmad Saichu

Facebook Comments
Follow Us

Leave a Reply

Be the First to Comment!

Notify of
avatar
wpDiscuz