Warga Keluhkan Tumpukan Sampah

DLHK Mengaku Tidak Keluarkan Izin

Sidoarjo, koranmemo.com – Sampah, rupanya masih menjadi permasalahan yang belum tuntas di wilayah Kabupaten Sidoarjo. Permasalahan muncul di area bekas kolam pemancingan, di Dusun Dadapan Desa Segoro Tambak, Kecamatan Sedati, yang dimanfaatkan untuk membuang produk makanan kemasan kadaluarsa. Bahkan, setelah terkumpul, sampah tersebut kemudian dibakar.

Kondisi itu, menuai protes dari warga sekitar lokasi, yang kebanyakan merupakan petani tambak garam. Mereka mengeluhkan bau menyengat dan kepulan asap yang dinilai mengganggu kesehatan.

Mendengar kabar tersebut, Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Sidoarjo mengambil langkah tegas. Bahkan, DLKH menyebut, tidak ada izin resmi pemanfaatan lokasi tersebut sebagai tempat pembuangan sampah.

“Kami dari DLHK Sidoarjo akan kordinasi dengan pihak Muspika Kecamatan Sedati untuk mengambil langkah. Karena kegiatan pembuangan dan pembakaran ini belum memiliki izin,” ucap Luh Yuni Areni, Kasi Pengaduan Sengketa lahan dan Penegakan Hukum DLHK Sidoarjo ketika ditemui wartawan koranmemo.com dilokasi, Kamis (2/8).

Setelah melakukan pengamatan di lokasi, Areni menyimpulkan, jika sampah tersebut merupakan limbah domestik yang diduga kuat dari supermarket. Selain itu, Yuni juga memprotes keras pemusnahan sampah dengan cara dibakar. “Seharusnya proses pengelolaannya dilakukan oleh perusahaannya itu sendiri,” imbuhnya.

Lebih jauh, Areni menambahkan, pihaknya masih belum bisa memastikan adanya limbah B3 B3 (Bahan Berbahaya Beracun) pada tumpukan sampah tersebut. “Namun apapun alasannya, kegiatan seperti ini tidak diperbolehkan,” tegas Areni.

Areni berjanji, akan melakukan koordinasi dengan forum komunikasi perangkat kecamatan (Forkopimca) setempat. Bahkan, Ia dengan tegas menyatakan akan memanggil pengelola dan beberapa pihak terkait.

“Konservasi seperti ini jelas tidak dijinkan. Izinnya harus lewat kementerian. Maka, kami yakin ini belum memiliki ijin,” tambahnya.

Pihak DKLH, berencana melakukan kajian lebih dalam terkait dampak apa saja yang ditimbulkan dari adanya praktik tersebut. “Ditanya bahayanya, ya jelas bahaya. Tapi kami mohon waktu untuk mempelajarinya,” terangnya.

Pada kesempatan yang sama, Sekcam Sedati, Abu Dardak mengaku tidak pernah menerima surat apapun terkait tumpukan sampah tersebut. Bahkan, ia tidak tahu persis sejak kapan praktik pembuangan sampah tersebut berlangsung.

“Mulai kapan pelaksanaan pengelolahan kami belum mengetahui persisnya. Dalam waktu dekat kami akan memanggil pihak pengelola,” pungkasnya

Reporter : Yudhi Ardian

Editor : Irwan M

Follow Untuk Berita Up to Date