Warga 3 Kelurahan Demo, Tolak Pembangunan SMP IT

Ponorogo, koranmemo.comSekolah Menengah Pertama Islam Terpadu (SMP-IT) Qurrota Ayun di Kelurahan Nologaten, Kecamatan Ponorogo menuai protes warga sekitar. Aksi unjuk rasa pun dilakukan warga tiga kelurahan di sekolah milik yayasan Qurrota A’yun Ponorogo tersebut, Selasa (13/8).

Dengan membawa spanduk dan benner bertuliskan, “warga menolak pembangunan SMP IT”, “sampai kapanpun warga menolak”, “membangun tanpa izin warga,”. Warga tiga kelurahan yakni Kelurahan Nologaten, Cokromenggalan dan Banyudono mendatangi lokasi saat  acara seremonial peletakan batu pertama pembangunan gedung baru.

Kordinator aksi Agus mengatakan, penolakan pembangunan gedung baru di Jalan Tangkupan Perahu Kelurahan Nologaten itu, lantaran dikhawatirkan semakin memperparah keruwetan dan penuh sesak kampung mereka. Pasalnya, saat ini kawasan ini telah overload dengan bangunan dan jalan kampung tidak mampu lagi menampung hilir mudik kendaraan.

”  Awalnya warga dengar mau dibangun sekolahan, itu lama. Sampai kami dapat informasi disini ada acara mau pembangunan, kami tidak terima. Masalah utamanya sudah overload. Kedua, jalanan kondisi kampung sudah nggak bisa nampung warga dari luar,” ujarnya.

Agus mengungkapkan, selain mempermasalahkan penuh sesaknya bangunan di kawasan ini, lokasi sekolah yang berdekatan dan saling bersaing diklaim tidak baik untuk pendidikan kedepanya.

 Diketahui dikawasan ini berdiri 5 sekolah yang bangunannya saling berdekatan, yakni, Pondok Pesantren Durisawo, TK, SDIT  Qurrota A’yun, MI Bina Putra Cendikia dan SMK Pembangunan .” Lembaga pendidikan ini saling berdekatan. Kita melihat kedepan kalau saling berdekatan tidak baik. Ini harus stop, jangan ditambah lagi sekolahannya. Ini suara warga 3 kelurahan,” tegasnya.

Sementara itu, Kepala sekolah SMP-IT Qurrota A’yun Ponorogo Arif Yeni Varianto mengklaim, pihaknya sudah mengantongi legalitas pendirian bangunan sekolah sejak tahun 2012 lalu. Ia berdalih, pihaknya bukan membangun SMP baru. Namun memindahkan SMP lama yang satu lokasi dengan SD.”Alhamdulillah perkembangan baik, namun posisi kelas terbatas. Ketika yayasan ada amanah disini kita berencana memang pengembangan kesini,” dalihnya.

Agus mengungkapkan, akan melakukan diskusi dengan pihak yayasan terkait aksi penolakan warga ini. Termasuk membahas seputar dokumen legalitas pembangunan gedung di lahan baru tersebut. Pihaknya pun mengaku belum bisa memastikan apakah akan memberhentikan atau melanjutkan proses pembangunan gedung baru kendati menuai protes warga sekitar. Pasalanya, pihaknya masih menunggu keputusan yayasan yang sejumlah pengurusnya kini tengah melaksanakan ibadah haji.” Ketika ada aksi seperti ini, nanti kita sampaikan ke yayasan. Kebetulan ketua yayasan sedang haji,” pungkasnya.

Reporter Zainul Rohman

Editor Achmad Saichu

Follow Untuk Berita Up to Date