Waow Kreatif, Ubah Sandal Jepit jadi Sandal Gaya

Blitar, koranmemo.com – Dapat dipastikan sandal sudah menjadi properti wajib yang dimiliki setiap orang. Namun jika sandal yang dipakai itu model sandal jepit yang polos, justru sering menimbulkan kesan membosankan.

Hal ini sangat berbeda dengan yang dilakukan Herlis Nurdianto (26) warga Desa Minggirsari Kecamatan Kanigoro Kabupaten Blitar. Sandal jepit itu diubahnya menjadi sandal gaya.

Berbeda dengan sandal jepit pada umumnya, Herlis menambahkan lukisan dengan mengukir di atas tempat pijakan kaki tersebut.
Di sela-sela kesibukannya sebagai karyawan toko bangunan, dia menyempatkan melukis di atas sandal jepit. Hal itu dilakukan karena permintaan melukis sandal, bisa terbilang ramai. “Sambil bekerja biasa ya sehari bisa melukis hingga dua pasang sandal jepit,” ungkap Herlis Nurdianto.

Dirinya menjelaskan, awal mula menekuni melukis sandal jepit hanya karena iseng, lantaran sandal jepit miliknya sering hilang. Akhirnya muncul ide untuk memberi tanda sandal jepit yang dipakainya sehari-hari.

“Awalnya saya beri tanda lukisan lambang grup band Slank di sandal jepit yang biasa saya gunakan sehari-hari,” tuturnya.

Karena dinilai unik, kemudian banyak temannya yang memesan sandal yang sudah dilukis kepadanya.  Saat ini, rata-rata dia menerima pesanan lukisan hingga 20 pasang sandal setiap minggunya.

Tak hanya lukisan bergambar lambang grup band Slank namun juga motif lainnya. Tak disangka semakin hari semakin banyak pesanan yang datang padanya.

Bahkan, konsumennya juga bukan hanya warga lokal Blitar Raya, tapi juga ada yang dari luar daerah, seperti Surabaya, Probolinggo dan lainnya.

“Sekarang banyak yang pesan dengan berbagai motif lukisan. Ada yang lukisan tokoh kartun dan tulisan nama pemilik. Dalam seminggu bisa sekitar 20 pasang yang laku terjual,” imbuhnya.

Dalam melukis Herlis menggunakan alat seadanya. Pria 26 tahun yang belajar melukis secara ototidak ini awalnya menggambar sketsa di atas sandal menggunakan pensil.

Kemudian dilanjutkan mengukir sandal berbahan dasar karet itu dengan kikir berukuran kecil.”Prosesnya mudah hanya tinggal diberi sketsa lalu diukir tanpa harus diberi tambahan apa-apa. Bahan bakunya hanya sandal jepit karet,” jelasnya.

Hasil karyanya ini dihargai Rp 20 ribu hingga Rp 25 ribu per pasang sandal, menyesuaikan kerumitan lukisan. Dari harga itu, dirinya mampu meraup keuntungan hingga lebih dari satu juta rupiah setiap bulannya saat pesanan sedang ramai.

“Jika sedang ramai ya lumayan bisa buat tambahan penghasilan,” pungkasnya.

Reporter : Arief Juli Prabowo

Editor      : Muji Hartono

Follow Untuk Berita Up to Date

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.