Wali Kota Malang Divonis 2 Tahun

Sidoarjo, koranmemo.com – Sidang putusan dengan terdakwa Wali Kota Malang non-aktif Mochammad Anton digelar di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Surabaya di Jalan Juanda Sidoarjo, Jumat (10/08/2018).

Terdakwa dijatuhi hukuman penjara selama dua tahun dan denda sebesar Rp 200 juta subsider empat bulan kurungan. Tidak hanya itu, hukuman tambahan pencabutan hak dipilih selama dua tahun terhadap Anton juga diberikan majelis hakim.”Terhitung setelah yang bersangkutan menjalani masa hukuman,” kata hakim Unggul membaca amar putusannya di ruang pengadilan tipikor, Jumat (10/08/2018).

Vonis ini terbilang lebih ringan dibanding tuntutan jaksa. Dalam sidang sebelumnya, M Anton dituntut Jaksa Penuntut Umum (JPU) dari KPK berupa hukuman penjara selama 3 tahun dan denda Rp 200 juta subsider 6 bulan.

JPU juga meminta majelis hakim mencabut hak dipilih terdakwa Anton selama empat tahun terhitung setelah dia menjalani masa hukumannya.

Usai mendengar vonis tersebut, terdakwa Anton keluar ruang persidangan dengan menundukkan kepala. Mata Anton sedikit berkaca-kaca.

Menanggapi vonis yang diberikan majelis Hakim, JPU KPK menyatakan sikap pikir-pikir dan menggunakan waktu untuk berkoordinasi. “Pada prinsipnya kita pikir-pikir dulu,” terang salah satu jaksa, Gina Saraswati.

Seperti diberitakan, Wali Kota Malang Mochammad Anton digelandang KPK berdasar pengembangan perkara dugaan suap pembahasan APBD perubahan Pemkot Malang tahun anggaran 2015.

Oleh KPK, Anton dianggap bersalah melanggar Pasal 5 ayat 1 huruf a Undang-undang tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi. Dia diduga memberi hadiah atau janji kepada belasan anggota DPRD untuk pembahasan dan pengesahan APBD-P Pemkot Malang tersebut.

Reporter Yudhi Ardian
Editor Achmad Saichu

Follow Untuk Berita Up to Date