Wali Kota Kediri Minta Sinergitas Jajaran Dukung Pengamanan Pemilu 2019

Kediri, koranmemo.com – Wali Kota Kediri, Abdullah Abu Bakar, berharap sinergritas jajaran turut mendukung terciptanya keamanan selama proses pelaksanaan pemilihan umum (Pemilu) tahun 2019. Mengingat pada tanggal 17 April, masyarakat Indonesia melaksanakan lima pemilihan secara serentak. Dan masa seperti ini, menjadi masa-masa krusial munculnya berita hoaks serta tindakan anarkis dari pihak yang tidak bertanggung jawab.

Sinergitas dari Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kota Kediri, TNI-Polri dan komponen bangsa, melakukan Apel Gelar Pasukan Mantap Brata Semeru Tahun 2018 untuk mempersiapkan sekaligus mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan pada penyelenggaraan pemilu. “Dengan menggelar apel bersama, dapat diperhatikan apa saja yang perlu dipersiapkan lebih baik lagi,” ujar Mas Abu sapaan akrab Wali Kota Kediri, saat ditemui Koranmemo.com, Jumat (22/3).

Rangkaian proses pemilu yang cukup panjang, lanjutnya, dinilai dapat meningkatkan kerawanan di Kota Kediri. Selain itu, sekarang sudah mulai muncul berita berita hoax, yang bertujuan untuk memecah belah ataupun megadu domba antar pihak. Bukan hanya petugas keamanan seperti TNI dan Polri saja yang harus melakukan pengamanan, namun segala lapisan masyarkat juga harus lebih paham serta bijak membaca berita.

Pihak yang paling penting memberikan imbauan adalah petugas Babinsa dan Bhabinkamtibmas, menjadi ujung tombak untuk mengantisipasi hoax. Pasalnya, dinilai sebagai petugas yang paling dekat dan sudah membaur dengan masyarakat sehingga dapat memberikan imbauan supaya tidak terpengaruh oleh berita – berita yang bersifat menjatuhkan salah satu pasangan calon (paslon).

Terlebih lagi, saat melakukan simulasi pemilu, untuk perhitungan jumlah surat suara sampai pagi keesokan harinya. Pihak TNI-Polri dan petugas keamanan dari seperti Satpol PP maupun Linmas, akan bersiaga di tiap tempat pemungutan suara (TPS). “Ini juga untuk menjaga logistik pemilu, karena perhitungan surat suara juga memerlukan waktu yang lama sehingga perlu pengamanan ekstra,” sahutnya.

Sementara itu, Kapolres Kediri Kota, AKBP Anthon Haryadi menambahkan, petugas dari pihak Polres Kediri Kota sudah mempersiapkan 602 personel, yang akan melakukan pengamanan secara patroli dan stasioner. Petugas yang melakukan pengamanan meliputi tiga kecamatan yang berada di Kota Kediri, dan lima kecamatan Kabupaten Kediri yang berada di sisi sebelah barat.

Selain itu, masih ada sebanyak satu kompi petugas Polres Kediri Kota yang siaga di Mapolres Kediri Kota, serta satu kompi dari petugas Brimob yang jika terjadi kerawanan berujung kerusuhan dapat segera melakukan penanganan. “Sebelumnya kami juga sudah melakukan simulasi terburuk, dan kami juga punya power on hand yang selalu standby,” jelasnya.

Komandan Kodim 0809 Kediri, Letkol Kav Dwi Agung Sutrino, mengaku sudah mempersiapkan 300 personel untuk membantu pengamanan pemilu, selain itu masih ada satu peleton yang bersiaga di Makodim. “Selain melakukan pengamanan stasioner di TPS, kami juga akan melakukan pengamanan dengan patroli ke titik – titik yang dianggap rawan sehingga pemilu berjalan aman dan lancar,” tegasnya.

Reporter : Okpriabdhu Mahtinu

Editor : Achmad Saichu

Follow Untuk Berita Up to Date