Waktu Habis, Pansus Jatilengger Tak Dapatkan Hasil

Blitar, koranmemo.com – Pansus Jatilengger sudah habis masa kerjanya. Namun hasil kerja yang tidak kunjung ditunjukkan melalui paripurna membuat masyarakat bertanya apakah ada sesuatu yang salah.

Untuk mencegah opini buruk di DPRD salah satu anggota pansus mengatakan bahwa Pansus Jatilengger sudah selesai kerjanya.

Anggota Pansus Jatilengger, Wasis Kunto Atmojo pada paripurna Jumat (1/2) yang tidak membahas kasus Jatilengger mengatakan kekecewaannya kepada anggota lainnya.

Sebab sudah selesai pekerjaan tapi anggota lain masih belum siap untuk diajak membeberkan hasilnya melalui paripurna Pansus Jatilengger.

“Kami diberi tugas selama sebelas hari itulah kenapa tadi saya interupsi di paripurna yang bukan semestinya. Artinya agar semuanya tahu karena ini merupakan hal yang tidak lazim sekali lagi hal yang tidak lazim. Kalau Pansus sejak awal itu, pertama kali dikasih tugas tanpa diberi batasan waktu yang ditentukan itu kita nggak masalah. Tetapi kita diberi batasan waktu 11 hari,” ujarnya.

Menurutnya, sikap untuk tidak segera memparipurnakan hasil kerja pansus akan berefek buruknya kinerja DPRD di mata masyarakat.

“Dan perlu diketahui bersama kalau berbicara masalah Jatilengger ini sudah sorotan utama masyarakat temen-temen media sendiri, LSM dan tidak menutup kemungkinan aparat penegak hukum. Maka kita tunjukkan kalau pansus ini sudah selesai kalau tidak segera diparipurnakan maka kami yang kena dampak negatif dari publik dikira kami nanti masuk angin,” jelasnya.

Pihaknya mengakui sehari sebelumnya saat rapat pansus, sempat terjadi rapat sengit. Ada yang minta waktu 1 minggu secara sepihak tanpa melalui voting.

Tujuannya memberi kesempatan pada pihak eksekutif dalam hal ini memberikan waktu pada kepada BPKAD, bagian hukum dan sebagainya untuk melakukan kajian-kajian sebagaimana hasil rekomendasi atau referensi dari narasumber Pansus seperti ahli hukum Universitas Brawijaya.

“Perlu dicatat jangankan waktu 1 minggu, 1 tahun tidak akan selesai kalau caranya begini. Pasti tidak akan selesai,” tukasnya.

Sementara ini Ketua DPRD Kabupaten Blitar Suwito Saren Satoto mengatakan, hasil kerja pansus memang harus diutarakan dalam paripurna supaya hasilnya mempunyai kekuatan hukum. Dan dia juga meminta pansus untuk segera memparipurnakan hasil kerjanya.

Dia berharap hasil pansus ini ditemukan kata mufakat. Dari pimpinan dan anggota harus mempunyai satu kata kemufakatan.

Reporter Arief Juli Prabowo

Editor: Achmad Saichu

Follow Untuk Berita Up to Date

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.