Wabah DBD Mengganas: 7 Orang Tewas, Bupati Tetapkan KLB

Ponorogokoranmemo.com – Wabah Demam Berdarah Dengue (DBD) Dikabupaten Ponorogo kian mengganas, bahkan jumlah penderita virus yang dibawa oleh nyamuk Aedes aigepty hingga kini mencapai ratusan jiwa, serta sejumlah penderita meninggal dunia.

Dari data yang berhasil dihimpun di sejumlah rumah sakit di Ponorogo, jumlah pasien DBD hingga hari ini mencapai 457 pasien. Dengan rincian RSUD dr Harjono 179 pasien, RSU Asiyah 216 pasien, RS Umum Muhamadyah 20 pada tanggal 2 Januari, dan RSU Darmayu 42 pasien dalam seminggu.Sementara  jumlah pasien meninggal karena DBD hingga kini mencapai 7 orang.

Dengan rincian Desa Wringinanom Kecamatan Sambit 1 pasien anak, Desa Nglewang Kecamatan Sambit  1 pasien dewasa, Desa/ Kecamatan Bungkal 1 pasien dewasa, Desa Manuk Kecamatan Siman 1 pasien dewasa, Desa Singkil Kecamatan Balong 1 pasien anak dan 1 pasien dewasa, dan yang terbaru satu pegawai Dishub Ponorogo Toto Hermawanto (27) warga Jalan Kalimantan Kelurahan Mangkujayan Kecamatan Ponorogo yang meninggal akibat DBD pada Minggu (27/1) kemarin.” Terjadi peningkatan penderita di bulan Januari. Hingga kini total pasien DBD di RSUD dr Harjono mencapai 179 orang,” ujar Kabid Pelayanan Medik RSUD dr Harjono, Siti Nurfaidah, Jumat (25/1).

Ironisnya, kendati jumlah penderita mencapai 457 orang. Namun Dinas Kesehatan Ponorogo hanya mengeklaim 172 orang saja yang terjangkit DBD, dengan 3 orang meninggal, dengan Jumlah penderita tertinggi di Kecamatan Sambit.

Namun demikian, pihaknya tidak menampik Ponorogo kini darurat DBD.” 172 orang dengan 3 orang meninggal. Ya karena kondisi cuaca kan banyak genangan air. Kalau kejadian ya darurat makanya,” Dalih Kepala Bidang Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan (P2PL) Dinas Kesehatan Ponorogo Yayuk Dwi Wahyuni.

Yayuk mengaku, untuk memininalisir meningkatnya DBD di Ponorogo, pihaknya meintensifkan Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) serentak di seluruh puskesmas se Ponorogo, dengan melibatkan masyarakat.” Kejadian ini darurat, makanya kita intensifkan PSN di seluruh puskesmas dengan melibatkan masyarakat,” pungkasnya.

Banyaknya masyarakat Ponorogo yang terjangkit Demam Berdarah Dengue (DBD) hingga akhir Januari ini, membuat Bupati Ponorogo Ipong Muchlissoni menetapkan status Kejadian Luar Biasa (KLB) atas penyebaran virus yang dibawa nyamuk  Aedes aigepty tersebut.

Penetapan status darurat penanganan virus DBD ini, ditetapkan orang nomor di Bumi Reog Ponorogo itu, dalam rapat luar biasa di ruang Bantarangin Pemkab Ponorogo. ” Kita tetapkan status KLB untuk DBD. Ini karena jumlah nya yang terus meningkat dan kondisinya mengkawatirkan,” ujarnya, Senin (28/1).

Dalam rapat bersama jajaran petinggi Pemkab dan seluruh kepala dinas itu, Bupati Ipong mengintruksikan reaksi cepat penanganan DBD dengan melakukan fogging masal di seluruh wilayah Ponorogo. Tidak hanya itu, pihaknya pun menggratiskan seluruh biaya perawatan ditingkat puskesmas dan RSUD dr Harjono bagi pasien DBD.” Karena kejadian luar biasa, maka kita lakukan fogging masal. Dan penggeratisan seluruh biaya perawatan bagi pasen DBD di puskesmas dan rumah sakit daerah,”pungkasnya.

Reporter Zainul Rohman

Editor Achmad Saichu

Follow Untuk Berita Up to Date