Very Megah Arasy, Murid SDN Burengan 3 Peraih Nilai UASBN Tertinggi se Kota Kediri

Kediri, koranmemo.com – Setelah masa-masa menegangkan harus berhadapan dengan soal ujian saat siswa mengikuti Ujian Sekolah Berstandar Nasional (USBN), murid sekolah dasar (SD) Negeri Burengan 3 Kota Kediri,

Very Megah Arasy (11), berhasil memperoleh nilai USBN tertinggi dari seluruh siswa SD sederajat yang berada di Kota Kediri.

Dalam pengumuman yang diberikan oleh Dinas Pendidikan (Disdik)  Kota Kediri melalui pihak sekolah yang dilakukan serentak di seluruh sekolah di Kota Kediri, Very, sapaan akrabnya,  memperoleh nilai total 297,00 dari tiga mata pelajaran (mapel) yang diujikan. Nilai tersebut nyaris sempurna, lantaran rata-rata nilai USBN tersebut mencapai 99,00.

“Saya juga tidak menyangka memperoleh nilai tertinggi, karena sebelumnya (Selasa) hanya memperoleh informasi melalui grup WA milik mama, kalau masuk 10 besar, ” ucap Very saat ditemui di rumahnya yang berada di Kelurahan Tinalan Kecamatan Pesantren Kota Kediri, Kamis (13/6).

Dengan wajah riang serta didampingi sang ibu, Very mencoba menceritakan resep untuk memperoleh nilai tersebut. Ternyata, sejak duduk di bangku kelas rendah, ia tidak pernah mengikuti les atau mengikuti bimbingan pelajaran di luar jam sekolah. Bahkan, Dewanti, sang ibu, sejak Very duduk di bangku kelas V dan menginjak pada semester kedua, sempat kewalahan membantu anaknya belajar.

Akhirnya, Very belajar dengan mandiri, sesekali Dewanti juga mengingatkan untuk membuka materi pelajaran yang akan diberikan oleh guru.  Dengan demikian, Very hanya perlu mengulang serta bertanya materi pelajaran yang belum dipahami. Kebiasaan ini  juga sudah dilakukan sejak lama, dan terkadang ia mencari penjelasan lain dari internet.

Supaya tetap fokus dalam pelajaran, Dewanti juga mengawasi aktivitas putranya itu, meskipun Very sudah cukup disiplin untuk belajar. “Paling sering belajar dengan mendengarkan musik, supaya lebih nyaman. Belajar jangan lama-lama, yang penting paham,” sahut Very.

Selema rangkaian ujian serta beberapa kali menghadapi soal try out, baik dari Disdik maupun sekolah, ia belajar mulai pukul 16.00 WIB sampai pukul 20.00 WIB. Memang terhitung lama, namun selama kurun waktu tersebut, Very juga melakukan aktivitas yang lain. Pertama, ia selalu mengawali dengan membaca satu halaman Alquran, mengerjakan kewajiban sebagai umat muslim, serta meluangkan waktu untuk beristirahat.

Rutinitas tersebut terus dilakukan sampai proses USBN selesai, dan hasilnya Very memperoleh nilai 100 pada mapel Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (IPA). Sedangkan untuk mapel Bahasa Indonesia, ia memperoleh nilai 97. Menurutnya, saat mengerjakan soal Bahasa Indonesia, ada salah satu soal pada soal pilihan ganda yang cukup rumit dan sulit untuk dipahami.

Ia pun sempat melewati soal tersebut, sebelum kembali mengerjakan setelah selesai mengerjakan dari keseluruhan soal. Hal tersebut juga dilakukan pada mapel Matematika dan IPA, bahkan jika sudah selesai mengerjakan soal dan waktu ujian belum berakhir, Very kembali memeriksa pekerjaannya dengan teliti. Dengan harapan, jawaban yang ia pilih sudah tepat.

Dari ketiga mapel tersebut, Bahasa Indonesia merupakan mapel yang paling disukai. Lantaran, Bahasa Indonesia merupakan materi yang cukup menantang serta membutuhkan ketelitian, mengingat beberapa pilihan jawaban juga hampir mirip antara satu dengan lainnya.

“Saya ingatkan, kalau Matematika dan IPA itu pasti banyak yang memperoleh nilai 100, tapi kalau Bahasa Indonesia masih jarang. Very sempat saya tegur, untuk lebih mencermati soal dan tidak tergesa-gesa dalam mengerjakan soal,” tutur Dewanti.

Reporter : Okpriabdhu Matinu

Editor : Achmad Saichu

Follow Untuk Berita Up to Date